headerphoto

SURAT AL KAFIRUN DAN AL IKHLASH

Ada sebuah pertanyaan dari masa kecil dulu yang baru terjawab belakangan ini,di zaman kecilku kenapa kalau sholat jama’ah maghrib di masjid, imam sholat selalu istiqomah membaca surat Al Kafirun di rokaat pertama dan Al Ikhlash di roka’at kedua setelah membaca alfatikhah, pertanyaan itu selalu terlontar dari kecil baik ke ibuku sebagai guru ngaji pertamaku, ke ustadz ustadz ke kyai ataupun orang-orang yang aku anggap lebih tahu tentang agama Islam ketika mengikuti kajian-kajian yang beliau-beliau adakan.
Namun aku selalu menemukan jawaban yang sama dan tidak memuaskan apa yang aku pikir harusnya lebih, karena pertanyaan yang aku ajukan itu jawaban- jawabannya hampir 100% mirip yaitu “taklid saja pada guru dan orang tua kita” beliau-beliau selalu mengeluarkan jurus andalan yang bernama taklid atau mengikuti saja apa yang di ucapkan guru (ustadz/kyai) tanpa membantah dan mempertanyakan.
Kadang ada pemikiran nakal terbersit “bagaimana kalo ternyata guru kita memerintahkan hal yang menutrutku salah (apakah mungkin) ? Apakah akan selalu dituruti juga?’’ Karena hal tersebut akhirnya membuat aku mempunyai jiwa pemberontak dan selalu ingin tahu, kenapa seh kita harus selalu mengikuti kata guru? Karena kata orang-orang tua jawa, guru itu asalnya dari kalimat “digugu lan di tiru” (di percaya dan diikuti).
Kembali lagi ke surat Al Kafirun dan Al Ikhlash yang dibaca imam sholat maghrib setelah membaca surat Fatikhah, baru-baru ini aku menemukan jawaban yang aku anggap menghilangkan rasa “dahaga” penasaranku selama ini, itupun muncul dari seorang ustadz yang melakukan penafsiran kontekstual dan melihat dari sudut pandang filsafat yang sedang berkembang di zaman ini.
Ternyata maksud dari di bacanya surat Al Kafirun setelah roka’at pertama adalah, bahwa kita sebagai umat muslim harus menghormati kepercayaan agama lain, namun bukan berarti harus mengikuti ajarannya karena dalam ayat terakhir surat Al Kafirun berbunyi “lakum diinukum waliyadiin” yang artinya “agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu”. Di roka’at kedua setelah surat Al Fatikhah imam membaca surat al Ikhlash maksudnya adalah, setelah kita menghormati kepercayaan atau agama orang lain maka harus memperkuat ketaukhidan kita, dengan tetap mempercayai bahwa Allah maha esa, tidak beranak dan di peranakan.
Kedua surat itu oleh imam masjid dengan istiqomah di baca setiap sholat maghrib, ternyata dimaksudkan supaya kita menghormati kepercayaan dan agama lain dengan tanpa membuat kita melupakan ajaran ketaukhidan yang ada dalam Islam, dan Allah sudah memerintahkan itu sejak zaman rosulullah.
Kesimpulannya adalah kita jangan sampai terjebak dalam kefanatikan yang berlebihan dengan hanya mengikuti apa yang dikatakan guru dan orang tua kita, namun kita juga harus belajar bertanya dan menganalisa apa yang di perintahkan guru atau orang tua kita tanpa mengurangi rasa hormat ke beliau-beliau. Wallahu a’lam

» Read More....

PENGGIAT (PECINTA) ALAM atau PETUALANG CULUN ??

petualang-petualang zaman sekarang, biasanya lebih percaya diri ya. Iyyaaaa percaya diri banget malah , kalau soal upload gambar pendakian atau petualangan yang lainnya dari gadget ke account sosmed. Soal ilmu dalam berpetualang? Belum tentu. Malahan banyak yang tidak mau tahu kalau urusan untuk belajar keilmuan tentang petualangan. Hey, jangan tersinggung dulu. Saya nggak nyindir Anda kok. Saya hanya mengungkapkan fakta bahwa petualang yang baru merasakan naik gunung itu culun.
Bukan hanya anda yang begitu. Semua teman Anda sama saja. And you know what? senior “besar” Anda juga dulu begitu. Kalau saya sendiri sih tidak. Tidak ada bedanya, maksudnya hahahahaha.... Semua orang yang baru merasakan petualangan seperti mendaki gunung, awalnya pasti nggak ngerti apa-apa tentang kondisi yang akan muncul di lapangan. Teori mungkin jago, sudah diajarin atau ikut pendidikan dasar (bagi yang ikut organisasi ) . Tapi berpetualang itu nggak sekedar teori, perlu banyak pengalaman yang nggak bisa dibaca di buku manapun, jadi nggak masalah dong kalau ketika mulai berpetualang kita itu culun. Yang perlu kita upayakan adalah; gimana caranya supaya nggak terlalu lama jadi petualang yang culun. Mesti segera pinter, supaya ada peningkatan dalam keilmuan . Makin lama culunnya, makin jelek nanti pas kita jadi senior atau di anggap senior (baca=TUA). Makin cepet pinternya, makin tinggi kredibilitasnya sebagi seorang senior yang mumpuni dalam hal pengalaman dan keilmuannya.
Lihat saja, betapa banyak petualang yang sudah bertahun-tahun berkelana mendaki gunung sudah seantero jagat tapi masih culun juga. Tapi ada beberapa petualang muda yang culunnya Cuma sebentar. Sehingga pas di ajak untuk berbagi pengalaman dan keilmuan akan terlihat perbedaanya Lalu apa yang dilakukan oleh petualang yang culunnya cuman sebentar itu? Ada dua hal pokok. Kalau anda punya dua hal ini, insya Allah nggak bakal culun lagi kok. Hehehe btw Apa itu yang membuat kita gak terlalu lama jadi petualang culun?
Satu, mau dinasihatin, diajarin, diarahin. Sudahlah......sekalipun Anda rajin baca buku atau novel petualangan atau paham teori navigasi darat,panjat tebing, SAR (Search and Rescue) atau paham teori PPGD (pertolongan Pertama Gawat Darurat) nggak bisa langsung kepake itu ilmu teorinya . Ikuti senior anda yang sudah terbukti bagus alias nggak culun lagi. Belajar sama mereka gimana caranya merdeka dari keculunannya. Karena sering antar teori dan praktek dilapangan itu berbeda,teori semua ilmu itu sama namun kondisi lapangan itu yang berbeda-beda.
Dua, mereka yang culunnya sebentar itu adalah orang-orang yang mau belajar teori dan praktek lebih tekun dan berkontribusi lebih banyak ke organisasi atau komunitas ataupun ke masyarakat dari yang lainnya.
Kalau diorganisasi atau komunitas Anda ada training baik pendidikankan dasar atau lanjutan , atau latihan bersama yang melibatkan banyak organisasi Penggiat (pecinta) Alam ikutilah dengan sepenuh hati. Jangan setengah-setengah. Apalagi sambil modus nyari gebetan (cieeeeh yang jones kesindir neeeeh :p) . Cari trainer ataun instruktur yang pas. Biar Anda nggak merasa rugi mengikutinya..
Selamat menjadi petualang yang HEBAT.....!!!!!

» Read More....

METAMORFOSIS "BELAJAR DARI ALAM DI SEKITAR KITA"

Hidup adalah anugrah yang sangat terindah bagi kita sebagai manusia, karena kita diberi kesempatan untuk merasakan kehidupan dunia, entah itu berupa kesenangan maupun kesedihan, maka sudah sebaiknya hidup kita tidak selalu diisi dengan keluhan, dengan menghina orang lain apalagi menghina diri sendiri, nasib kita yang mungkin kita anggap tidak seberuntung orang lain bisa jadi di anggap beruntung bagi orang yang melihat kehidupan kita, maka hidup kalo selalu di syukuri maka kita akan selalu mendapatkan nikmat yang lebih yang dari kita harapkan, Allah sudah berfirman bahwasannya kalo kita mensyukuri nikmat apapun yang di berikan Allah ke kita maka Allah akan selalu menambah kenikmatan kepada hambanya yang selalu bersyukur.
Oalaaah Nasib.....!! disadari atau tidak kadang kita selalu mengeluh seperti itu ketika mengalami kemalangan, musibah atau ketidak beruntungan, kita pun sering melupakan sang maha pemberi dengan mengatakan bahwa Allah tidak adil terhadap nasib kita, hal itulah yang sering membuat kita lupa bahwa selain ketidak beruntungan yang saat ini kita terima ada hal yang lebih baik yang akan terjadi kepada kita.. Innama’al ;usri yusro fainnama’al ‘usri yusro, sesungguhnya di balik kesusahan itu ada kemudahan dan sesungguhnya di balik kesusahan itu ada kemudahan, Allah sudah berfirman seperti ayat di atas bahkan sampai di ulang dua kali bahwa di balik kesusahan yang kita dapat pasti ada jalan untuk mencapai kemudahan atau keberuntungan buat kita sebagai umat manusia. so selalu bersyukur dengan apapun yang kita dapat pasti kita kan selalu merasakan kebahagiaan.
Hewanpun yang bersyukur dan mau menerima takdir yang didapat serta mau berikhtiar untuk menjadikan dirinya lebih baik Allah memberikannya, apalagi kita sebagai manusia yang mempunyai akal kepandaian yang melebihi hewan, contoh nyata hewan yang mau bersyukur dan berikhtiar serta bermukhasabah adalah ulat, dimana ulat adalah gambaran hewan yang serakah dan merusak pepohonan, ulat adalah hama bagi manusia yang berprofesi sebagai petani karena ulat menyerang pohon buah yang menjadi penghidupan petani, namun pada saat sampainya waktu pertobatan maka ulat akan berhenti mengunyah dedaunan pohon tersebut, kemudian melakukan perenungan dengan berpuasa dan menjadikan dirinya kepompong selama -+ 40 hari, sehingga sampai pada waktunya selesai mukhasabah maka keluarlah seekor kupu-kupu yang sangat indah serta berwarna-warni, kupu-kupu tidak memakan dedaunan namun menyedot nektar bunga yang selanjutnya karena proses tersebut bunganya berproses menjadi buah yang berguna bagi manusia. proses berubahnya ulat menjadi kupu-kupu adalah proses metamorfosis dimana membuat nasib yang tadinya biasa dan cenderung kufur berubah menjadi lebih baik dan berguna bagi sekitarnya.
Gambaran di atas adalah kita memang harus belajar dari alam seperti halnya kupu-kupu tersebut , karena ternyata kitapun harus melakukan metamorfosis untuk bisa merubah nasib kita sendiri, dan kalo kita mau merenungkan kondisi kita saat ini sebetulnya itulah hasil dari metamorfosa selama ini, tanpa kita sadari kita sudah melakukan metamorfosis dari kecil, dari kita yang hanya berbentuk sperma ayah kemudian bertemu dengan ovum bunda dan terbentuklah bakal janin kita, kemudian ketika kita menjadi janin kita meminjam tempat di rahim bunda, dan selama -+ 36 minggu kita merepotkan bunda dan dengan perjuangan kita di bantu bunda serta ridlo Allah maka lahirlah kita, kemudian jadi bayi, dengan berjalannya waktu kita menjadi bocah dan sampailah waktu kita belajar dan masuk sekolah, itu adalah gambaran proses metamorfosa awal kita, di situ kita di beri pengetahuan tentang sang pemberi hidup dan kehidupan itu sendiri, tentang perbedaan, tentang pilihan hidup, dan tentang segala hal untuk bekal kita kelak. Nah... di sinilah kita menentukan nasib kita sendiri, mau jadi apa kita? MAKA JADILAH PEMENANG BUKAN MENJADI PECUNDANG ada sambungannya....

» Read More....

Tips Berpakaian Saat Pendakian

Seperti juga saat kita menghadiri suatu acara formal, ternyata di alam bebas pun memiliki tata cara berpakaian tersendiri. Sebenarnya prinsip berpakaian di alam bebas tidaklah sulit, tapi banyak orang tidak mengindahkan. Akibatnya terserang hypotermia (penyakit karena penurunan suhu tubuh) dan berakhir dengan tragis. Hal penting yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan tubuh tetap nyaman adalah tingkat ketebalan dan kualitas bahan yang dipakai. Maka didesainlah sebuah sistem yang dapat mempertahankan tubuh tetap dalam temperatur konstan dalam keadaan cuaca yang paling berat sekalipun. Sistem pertahanan berlapis untuk menjaga kondisi tubuh ini kemudian sekarang dikenal bernama layering system. Sistem ini membagi tiga bagian besar lapisan pakaian yang harus digunakan bila ingin bergiat di alam bebas. Lapisan yang pertama adalah bagian terdalam pakaian (base layer), kemudian bagian tengah (mid-layer) dan terakhir bagian terluar (outer layer). Prinsip kerja pakaian terdalam (base layer) yang utama adalah mengeluarkan keringat dari dalam tubuh serta membuat pemakai tetap merasa kering dan nyaman. Di kondisi suhu tidak terlalu dingin bisa digunakan pakaian dalam seperti singlet atau kaus tipis. Sedangkan untuk keadaan yang ekstrem kita bisa menggunakan long john (pakaian dalam seluruh tubuh). Untuk celana dalam dan bra pilih yang memang digunakan untuk berolahraga. Sekarang ini sudah banyak dijual bebas di toko-toko di Indonesia. Tugas kedua dari pakaian dalam adalah menjaga panas tubuh. Tapi karena bahan pakaian dalam yang rata-rata tipis maka tak dapat dielakkan akan banyak hangat tubuh yang lepas menuju lapisan yang kedua/tengah. Bila kita melakukan aktivitas, tubuh kita akan menghasilkan panas. Sangat sayang sekali bila panas yang sudah timbul tersebut hanya disia-siakan. Maka diperlukan lapisan yang bisa menahan panas tubuh yang terbuang tersebut, inilah fungsi utama bagian kedua/tengah (mid layer). Bagian tengah dari sistem ini berfungsi sebagai motor penghangat. Di bagian ini sebagian besar panas tubuh yang terlepas dari pakaian dalam dapat tertahan. Biasanya bagian ini terdiri dari lapisan bahan pakaian berserat atau berbulu. Bahan berjenis Polar-Tex sangat dianjurkan di sini. Tapi bila tak ada seminimal-minimalnya sediakan sweater berbahan wol sebagai alternatif. Pakaian untuk lapisan ini kalau bisa juga mempunyai risleting di bagian mukanya. Sehingga bila kita merasa panas dan berkeringat ketika memakainya kita tak perlu repot sampai harus melepaskannya. Di cuaca ekstrem dianjurkan juga memakai celana yang berbahan serat dan berbulu seperti jenis Polar-Tex meskipun pada kenyataaannya masih sulit didapat di tanah air. Tapi celana panjang berbahan polyster bisa menjadi pilihan lain untuk pakaian bagian bawah, karena selain mudah kering juga ringan dibawa. Bagian terluar (outer layer) adalah bagian terakhir yang akan dibicarakan dari sistem ini. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari angin dan hujan. Bahan di lapisan ini haruslah bisa membiarkan uap tubuh yang menembus lapisan dalam dan tengah keluar. Bahan berjenis Gore-Tex dan Triplepoint dianjurkan untuk lapisan ini. Membran bahan tersebut yang sangat kecil membuat pakaian berjenis ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Di mana pori-pori yang dimiliki bahan tersebut teramat kecilnya sehingga tak mungkin dapat dimasuki cairan jenis apa pun. Tapi pori-pori kecil ini ternyata cukup besar untuk membiarkan udara keluar dari dalam tubuh. Tapi jangan gunakan bahan jenis ini dalam keadaan cuaca panas. Karena uap panas yang keluar akan mengkondensasi di bagian dalam lapisan sebelum sempat lepas keluar. Dan ini akan berakibat lembabnya bagian dalam pakaian. Ada beberapa orang yang memisahkan dua fungsi utama pakaian terluar ini. Mereka lebih memilih pakaian penahan angin (wind breaker) yang bisa dipadukan dengan pakaian anti-air. Keuntungan terbesar dari pemisahan fungsi tersebut adalah dapat membiarkan uap keringat keluar lebih cepat dan terasa lebih nyaman. Pilihan yang paling baik untuk lapisan terluar adalah jaket tebal, tapi usahakan jangan jaket kulit karena sulit kering dan terasa berat. Juga usahakan lapisan yang terluar ini mempunyai sistem anti-air. Juga gunakan pakaian yang berwarna cerah. Karena pakaian yang berwarna cerah cenderung menangkis panas demikian sedikit tips berpakaian saat melakukan aktifitas pendakian dan semoga bisa berguna bagi para pembaca dunia sang petualang sumber : dari berbagai sumber

» Read More....

Renungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

“5 june 2011..WORLD ENVIRONMENT DAY “forests: nature at your service” HUTAN merupakan komponen penting bagi bumi dalam perannya untuk menjaga keseimbangan EKOSISTEM, kerusakan hutan sekitar 1,1 juta hektar/tahun di ndonesia ,sedang kemampuan pemuliha hanya sekitar 0,5juta hektar/tahun…jagalah sumber daya alam kita, agar dapat bermanfaat secara berkelajutan.”
Itulah kalimat dari sebuah pesan singkat yang masuk kedalam ponselku semalam yang di kirim oleh kawanku yang merupakan aktifis pecinta alam, di sela kesibukannya mengajar anak muridnya yang sedang menghadapi ujian akhir sekolah ternyata masih sempat terpikir untuk memberitahukan kepada kita tentang hari lingkungan hidup sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Pesan singkat tersebut isinya terkesan sangat klise namun itulah kondisi real hutan yang ada di Indonesia pada saat ini, yang notabene di kuasai oleh para oknum pemegang HPH yang berdalih mengelola hutan namun pada prakteknya sering kita lihat terjadi penebangan hutan secara resmi namun dilakukan dengan cara liar dan membabi buta. bencana banjir yang mrupakan efek dari penebangan tersebut dan sudah sangat jelas penyebabnya seolah hanya sekedar menjadi head line berita di media tanpa kemudian ada tindakan yang urgent untuk mencegah terjadinya banjir lagi dimasa-masa yang akan datang yang terjadi masyarakat menyalahkan pemerintah dan pemerintah juga menyalahkan masyarakat. Lalu sebenarnya siapa yang salah ya?

Jangankan pemasalahan hutan yang sudah melibatkan banyak pemegang kebijakan, baik itu cukong yang menjadi oknum pemegan HPH ataupun pemerintah daerah yang memegang wilayah hutan tersebut, namun dengan berdalih meningkatkan PAD maka hutan tersebut di babat untuk dijadikan kawasan industri namun ujung-ujungnya korupsilah yang terjadi dan yang menjadi korban adalah masyarakat kecil.
Selain masalah tersebut hal-hal yang dalam kesehariannya kita jalani juga banyak masyarakat (bahkan kita) yang kurang atau bahkan tidak peduli dengan lingkungan sekitar kita.Belakangan ini rutinitasku hampir tiap pagi melakukan jalan pagi bersama istri yang kata orangtua untuk melancarkan kelahiran putra pertamaku, dalam melakukan jalan pagi setiap harinya selalu melalui rute jalan yang berbeda-beda, selain untuk tidak membuat rutinitas jalan pagi ini membosankan sekaligus ingin mengetahui jalan-jalan yang kita lalui dan mengenal beberapa tetangga yang jarang bertemu ( kita warga baru ) dalam rutinitas jalan pagi ini setiap paginya selalu menemui kejadian-kejadian yang mungkin sepele,menggelikan dan kadang dijadikan bahan joke kita berdua namun juga membuat kita miris ketika melihatnya sering sekali setiap barjalan istriku sudah memperungatkan “awas tuh ada ludah tar keinjek bawa penyakit ” hal yang sanagt sepele dan kadang tanpa kita sadari, artinya memang kesadaran kita sebagai masyarakat masih kurang karena setiap harinya kita selalu melakukan hal-hal yang mencemari lingkungan kita sendiri seperti halnya membuang ludah di jalan, baik itu sedang jalan kaki, naik motor bahkan ketika naik mobil yang kadang hal tersebut menjadi biang keributan pemakai jalan karena ketika seseorang meludah dari motor atau mobil mengenai penguna jalan lain, bayangkan kalau di Indonesia ada aturan seperti di singapura meludah di sembarang tempat kena denda mungkin negara kita tertib (mimpi gak ya?)

Tidak hanya permasalahan meludah sembarangan namunkalau kita amati , tidak menjamin orang kaya itu sadar dengan lingkungan sekitarnya, bahkan selain meludah dari mobil mereka juga sering membuang sampah dari mobil, yang sampah bungkus makanan, tisu,kulit buah, dan banyak lagi, mungkin mereka menganggap jalanan itu adalah tempat sampah besar, padahal di dalam mobil sudah tersedia tempat sampah (buat hiasan interior mobil?) kenapa sampahnya masih suka dibuang ke jalanan ya?
Dilain pagi kita berjalan masuk ke taman kota di mana dalam taman kota tersebut kesan yang terlihat adalah asri, bersih dan nyaman, karena di situ ada joging track utuk olah raga bahkan di setiap sudut ada tempat sampah untuk tiga jenis sampah, yang bertuliskan “ORGANIK” “UNORGANIK”dan “KERTAS” sangat jelas tertulis spesifikasi sampah yang harus dimasukan ke dalam tempat sampah tersebut, namun realitas prakteknya sangat jauh panggang dari api,masyarakat pengunjung taman kota entah paham atau tidak dengan tulisan yang ada di tempat sampah tersebut, karena pada kenyataanya sering isi dan tulisannya berbeda, tempat sampah “ORGANIK” diisi plastik, tempat sampah “UNORGANIK”isinya sampan daun atau kertas, mungkin maklum kalau belum paham dengan bahasa tersebut namun tempat sampah yang jelas-jelas bertuliskan “KERTAS” isinya plastik, bahkan yang lebih parahnya lagi, ada tempat sampah banyak seperti itu tetap saja banyak sampah yang berserakan di sekiranya terutama di pintu keluar, apakah sudah sedemikian tidak pedulkah masyarakat (kita) dengan kondisi lingkungan sekitarnya??

Kita sering melihat stiker atau spanduk yang bertuliskan “STOP GLOBAL WARMING” “SAVE OUR EARTH” ataupun “LESTARIKAN BUMI KITA DEMI ANAK CUCU KITA KELAK” namun apakah tulisan tersebut hanya sekedar slogan ataukah memang kitasebagai masyarakat tidak peduli? Karena tetap saja melakukankegiatan yang bertentangan dengan tulisan tersebut, dalam hari bumi bulan april kemarin perusahaan ritel tempat saya bekerja melakukan kampanye 1 BULAN TANPA MENGGUNAKAN PLASTIK, namun kompensasinya terhadap customer yang mau tidak menggunakan plastik kita ganti dengan marchandise yang memang disediakan, artinya apakah memang belum ada kesadaran secara mandiri dalam penanggulangan masalah lingkungan?
Mungkin para anggota pecinta alam yang notabene juga aktifis lingkungan seringkali dalam peringatan hari bumi (setiap 22 April) ataupun hari lingkungan hidup (setiap 5 juni) mereka melakukan aksi untuk memperingati hari-hari tersebut, sayangnya hal tresebut seringnyai hanya sekadar symbol dan slogan penyelamatan lingkungan tanpa ada tindakan kongkrit untuk menyelamatkan kondisi lingkungan yang sudah sangat parah, saya pernah mempunyai pengalaman dimana para pendaki gunung dengan idealisme “JANGAN MENINGGALKAN SESUATU KECUALI JEJAK” mereka membawa turun sampah-sampah plastik ataupun yang tidak bisa terurai di tanah, namun ketika melakukankegiatan sehari-hari mereka membuang sampah sembarangan dengan dalih “ ada petugas kebersihan kok” saya hanya tersenyum dan merasa miris mendengar kalimat tersebut. seorang yang memproklamirkan dirinya sebagi pecinta alam saja omongan dan perlakuan terhadap lingkungan seperti itu, apalagi mungkin orang awam yang tidak di dasari pengetahuan tentang wawasan lingkungan hidup?
Marilah kita mulai sekarang ini mencoba untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar kita, kita tidak ingin seperti lagunya Iwan Fals
“LESTARIKAN ALAM HANYA SEKADAR CELOTEH BELAKA
LESTARIKAN ALAM MENGAPA TIDAK DARI DULU SAJA”

» Read More....

Sifat Orang berdasarkan dengan hobby petualangan alam bebas

Mencoba untuk memposting tulisan yang sudah lama tersimpan di file penulis dan belum sempat di publikasikan tentang hasil “riset”dengan beberapa kawan pecinta alam..
Hasil ini hanyalah berdasarkan pada pengamatan dan pengalaman beberapa kawan penulis dan pengalaman pribadi penulis sendiri yang sejak kecil sudah hoby dengan kegiatan lama bebas..kalo orang jawa bilang hasil ini menggunakan ilmu titen (memperhatikan kebiasaan) tentang hal2 yang terjadi dari waktu kewaktu dan cenderung hal tersebut terulang secara terus menerus pada subjek yang di perhatikan…
Hasil tulisan ini merupakan pengamatan penulis dan kawan-kawan sejak tahun 2001. di sini penulis hanya mencoba share dengan para petualang semua semoga postingan ini bisa menambah wawasan dan wacana tentang pecinta alam atau sering juga di sebut penggiat alam bebas..

Berdasarkan hobi yang di tekuni dalam kegiatan out door dapat di simpulkan kepribadian seseorang sebagai berikut :
1. Pendaki gunung (biasa di sebut dalam OPA atau mapala orang yang seneng mendaki gunung tergabung dalam divisi Gunung Hutan/Rimba Gunung)



Orang yang kegiatan alam bebasnya lebih dominan dengan kegiatan pendakian biasanya mempunyai sifat:
 Merasa tertantang (the challenger) dengan segala sesuatu yang belum dan akan dilakukan
 mempunyai solidaritas yang tinggi dengat kelompok atau team
 apabila ada individu yang menonjol dalam team biasanya akan menjadi leader yang tangguh, bijak dan berani berkorban untuk team dalam kondisi apaun
 Ketika percaya dirinya hilang maka akan lama lagi munculnya
 Karena dalam melakukan kegiatan banyak berhitung resiko maka kadang muncul sebuah keraguan
 Kadang keraguan yang muncul akan menjadikan penghalang untuk maju
2. Pemanjat tebing (Climber)

Orang yang yang kegiatan out doornya lebih dominan di kegiatan panjat tebing mempunyai sifat:
 Mempunyai kepercayaan diri yang sangat tinggi
 Sangat suka dengan kegiatan yang beresiko tinggi
 Senangnya menjadi seorang single fighter
 Ketika menjadi seorang pemimpin cenderung otoriter dan sering tidak mendengar saran orang lain
 Egonya sangat tinggi (karena merasa mampu bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan teman)
 Cenderung introvet namun jangan di tanya kalo sudah bicara loyalitas terhadap kelompok mereka termasuk orang yang berani mati dalam membela kelompoknya.

3. Penelusur Gua (caver)

Seorang caver biasanya mempunyai sifat :
 Challenger (suka melakukan hal-hal yang baru)
 Team work yang bagus
 Solidaritas tinggi
 Ketika menjadi seorang pemimpin cenderung bersikap mengikuti kemauan anak buah namun kurang tegas ketika diperlukan dalam keputusan strategis
 Sangat berhitung dengan resiko ketika akan melakukan sesuatu
 Kalo sudah asyik dengan sesuatu biasanya akan lupa dengan lingkungan sekitar terutama lupa dengan waktu
4. Arung jeram (rafter)

seorang rafter biasanya mempunyai sifat :
 Challenger (tantangan apapun akan dihadapi)
 Percaya diri sangat tinggi
 Mau melakukan sesuatu sekalipun hal tersebut resikonya sangat tinggi
 Perhitungan atau prediksi dalam meghadapi resiko biasanya sangat tepat dan akurat
 Ketika menjadi seorang pemimpin akan tegas dalam mengambil keputusan selalu di sertai dengan penghitungan yang matang.
 Karena kemampuannya yang bisa memprediksi dengan tepat dan percaya diri yang sangat tinggi kadang menyepelekan orang lain yang tidak sejalan dengan pemikirannya

Kebetulan baru empat kegiatan out door yang pernah dilakukan penulis maka baru hanya itulah yang bisa di posting di forum ini kalo ada pembaca yang mau menambahkan pengalaman dan analisinya silahkan.terimakasih ...
Salam Lestari dan Salam Petualang

» Read More....

Vandalisme para pecinta alam



Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki
Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kepedihan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
Batu – batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang bermata
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu…
Oh alam.. korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yg tak mau mengerti
(di ambil kalimat di atas dari sebuah lagu ..pendaki gunung..)

Di atas merupakan sebuah lagu yang merupakan bentuk pemberontakan para pecinta alam yang idealis serta menghormati alam itu sendiri, memang sebuah kejanggalan bagi para penggiat alam bebas yang memproklamirkan diri sebagai seorang pecinta alam namun dalam melakukan kegiatannya selalu melakukan vandaisme terhadap alam, seperti halnya contoh nyata yang terlihat di gunung-gunug banyak para pendaki yang memetik bunga edelweis dengan alasan untuk kenang-kenangan buat sang pacar karena edelweis di anggap sebagai bunga lambang cinta abadi, ada lagi coretan vandalisme di tebing-tebing tinggi, seperti terlihat di area watu kotak gunung sumbing sampai puncak, mereka memproklamirkan bahwa dia atau organisasinya pernah naik di gunung tersebut, banggakah mereka dengan hal-hal tersebut?? Bisa jadi..! padahal itu merupakan kebanggaan semu …
Pendaki gunung adalah seorang petualang sekaligus sang penantang yang tidak takut pada lebatnya belantara, panasnya matahari dan dinginnya malam serta tingginya puncak gunung, namun hal tersebut bukan berarti seorang pendaki gunung juga merusak kondisi alam yang di lewatinya, ada etika petualangan yang harus dihormati yaitu “jangan mengambil sesuatu kecuali foto(gambar), jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan membunuh sesuatu kecuali waktu” kalimat itu merupakan pomeo bagi kalangan yang menamakan dirinya pecinta alam.
Seorang pecinta alam selain melakukan kegiatan petualangan sudah seharusnya akan menghormati kehidupan di sekitarnya, kehidupan masyarakat sosial, adat dan budaya tradisional, ekosistem lingkungan kita, serta kehidupan yang ada di alam raya ini. Marilah kita semua yang merasa dan memproklamirkan diri sebagai pecinta alam. Jangan melakukan vandalisme terhadap alam sekitar kita, karena perbuatan vandalisme selain merusak tatanan kehidupan juga akan merusak nama kita sebagai seorang pecinta alam..

Bravo Pecinta Alam Indonesia
Bravo Petualang Indonesia

Salam Rimba Nan Lestari…..!!!

» Read More....