headerphoto

Harus Tetap beribadah (Sholat) Ketika Mendaki Gunung

Dalam berkegiatan alam bebas atau berpetualang dan utamanya pendakian gunung, bagi seorang muslim tentu tetap harus melakukan kewajiban yaitu Sholat Fardlu 5 waktu, jadi ketika melakukan pendakian tidak ada alasan apapun untuk meninggalkan sholat, biasanya alasan meninggalkan sholat karena lokasi dan sulitnya mencari air untuk berwudlu, serta pakaian yang dirasa tidak pantas untuk sholat karena kotor dalam melakukan kegiatan atau perjalan pendakian.
Namun Islam adalah Rakhmatan lil ‘alamin sehingga Seorang musafir yang sedang dalam perjalanan jauh mendapat dispensasi (rukhsoh) dari Allah berupa keringanan dalam menjalankan shalat. Yaitu, ia dapat men-qashar dan menjamak shalatnya, dan mendaki gunung termasuk salah satu bentuk perjalanan yang bisa dijadikan dasar hal tersebut (asal perjalanan tersebut tidak diniati untuk maksiat). Karena biasanya dalam perjalanan pendakian (pengalaman pribadi) di gunung biasanya durasi waktunya 3 hari 2 malam. Dan jarak perjalanan yang ditempuh biasanya mencapai 2 marhalah; 16 parsakh atau 48 mil, sekitar kurang lebih 80 km dari kota asal, kecuali mendaki gunung di daerah sendiri tentunya.
Selain itu biasanya alasan untuk meninggalkan sholat adalah malas untuk berwudlu karena kita enggan untuk melepas sepatu (karena dingin kalau lepas sepatu), boleh kok kita tidak melepas sepatu selama kita mempunyai syarat dan ketentuan yang berlaku, yaitu sebelumnya harus sudah berwudlu dengan sempurna,sehingga pada wudlu berikutnya ketika mau sholat tidak perlu mencuci kaki tapi hanya mengusapkan air ke bagian atas sepatu. Sepatu yang digunakan haruslah yang menutupi hingga mata kaki (sepatu boot tentara atau sepatu tracking standard mestinya sampai menutup mata kaki) dan bukan terbuat dari bahan yang tipis tembus air juga tidak boleh ada bagian yang bolong / robek. praktek ini dikenal dalam fiqih dengan istilah al-Mashu Alal Khuffain, yaitu membasuh khuf ( sepatu ) sebagai ganti mencuci kaki dalam wudhu.
Nah sudah jelas kan? Bahwa kita sebagai umat muslim walaupun sebagai petualang, khususnya sebagai pendaki gunung tetap harus menjalankan kewajiban kita yaitu sholat, karena sholat adalah tiang agama,serta ibadah yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah pada seorang hamba adalah Shalatnya, jadi tidak ada alasan apapun untuk meninggalkan sholat..
Wallahu'alam

» Read More....

SEKEDAR MENIRU SENIOR

Jika kita perhatikan secara seksama. kebanyakan orang yang suka berpetualang (=baca naik gunung) biasanya tidak berangkat dari organisasi atau komunitas, sehingga kalo tidak belajar keilmuan tentang petualangan maka akan menjadi seorang petualang yang kenyang pengalaman berpetualang tanpa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan yang cukup tentang bagaimana berpetualang yang aman dan nyaman, naik gunung tanpa perencanaan yang matang tahu-tahu berangkat saja tanpa tahu kondisi alam yang akan di hadapi, yang penting fun apapun kondisinya yang penting sampai puncak..
Bisa dibayangkan, seorang petualang yang sudah senior(sesepuh), punya banyak pengalaman berpetualang, terlihat keren dan gagah dalam style dan penampilan sehingga para “newbie” atau pendatang baru dunia petualang yang masih merasa bingung musti melihat cara senior (sesepuh) yang sudah berpengalaman tersebut lalu menirunya.
Repotnya, senior tersebut juga dulu sama, masuk dunia petualangan tanpa dibekali dengan keilmuan dalam berpetualang yang memadai. Makanya, senior tersebut pun dulu meniru pada senior lainnya lagi, dan senior lain itu meniru senior-senior yang lebih tinggi lainnya lagi (lhah bahasane angel men ya? :p) Maka terbentuklah pola senioritas “tertentu”.
Bagus memang, jika cara berpetualang para senior itu memang main “save prosedur”. Maka akan menciptakan generasi petualang yang bagus lagi Tapi jika cara mereka berpetualang buruk, maka mekanisme itu hanya akan melestarikan praktek-praktek berpetualang yang buruk.
Makanya, meniru “SENIOR” tidak selalu baik. Dalam banyak situasi, malah harus tidak menirunya, khususnya jika cara mereka memberi contoh yang kurang baik. Meskipun memang lebih mudah kok kalau meniru itu. Selain gak mesti mikir lagi, juga sudah dianggap lumrah.
Padahal, seiring dengan berjalannya waktu maka kita akan menjadi senior alias tua, namun bukan senior jika hanya meniru yang sudah ada. Kecuali jika meneruskan suatu sistem, atau proses yang memang bagus banget. Itu pun mesti diimbangi dengan ide, cara, atau mekanisme baru yang lahir dari kepala kita sendiri.
Ya iya laaah . Apa gunanya menjadi senior jika hanya meneruskan yang sudah ada tanpa kemampuan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, Karena dengan adanya senior yang inovatif dan kreatif maka akan menjadi senior yang mempunyai kredibilitas yang bagus.
Jadi, jika sekarang Anda menjadi senior di dalam komunitas , pasanglah standard yang lebih tinggi dari apa yang sudah dicapai disana. sehingga Anda akan menjadi senior dengan cara yang lebih baik dari senior-senior anda yang terdahulu. Karena, meniru senior tidak akan memadai untuk merealisasikan standar tinggi yang sudah Anda tetapkan..
dan tidak hanya di hormati dengan kalimat "SIAAAP SENIOOOOOR......"......!!!!!

» Read More....

SURAT AL KAFIRUN DAN AL IKHLASH

Ada sebuah pertanyaan dari masa kecil dulu yang baru terjawab belakangan ini,di zaman kecilku kenapa kalau sholat jama’ah maghrib di masjid, imam sholat selalu istiqomah membaca surat Al Kafirun di rokaat pertama dan Al Ikhlash di roka’at kedua setelah membaca alfatikhah, pertanyaan itu selalu terlontar dari kecil baik ke ibuku sebagai guru ngaji pertamaku, ke ustadz ustadz ke kyai ataupun orang-orang yang aku anggap lebih tahu tentang agama Islam ketika mengikuti kajian-kajian yang beliau-beliau adakan.
Namun aku selalu menemukan jawaban yang sama dan tidak memuaskan apa yang aku pikir harusnya lebih, karena pertanyaan yang aku ajukan itu jawaban- jawabannya hampir 100% mirip yaitu “taklid saja pada guru dan orang tua kita” beliau-beliau selalu mengeluarkan jurus andalan yang bernama taklid atau mengikuti saja apa yang di ucapkan guru (ustadz/kyai) tanpa membantah dan mempertanyakan.
Kadang ada pemikiran nakal terbersit “bagaimana kalo ternyata guru kita memerintahkan hal yang menutrutku salah (apakah mungkin) ? Apakah akan selalu dituruti juga?’’ Karena hal tersebut akhirnya membuat aku mempunyai jiwa pemberontak dan selalu ingin tahu, kenapa seh kita harus selalu mengikuti kata guru? Karena kata orang-orang tua jawa, guru itu asalnya dari kalimat “digugu lan di tiru” (di percaya dan diikuti).
Kembali lagi ke surat Al Kafirun dan Al Ikhlash yang dibaca imam sholat maghrib setelah membaca surat Fatikhah, baru-baru ini aku menemukan jawaban yang aku anggap menghilangkan rasa “dahaga” penasaranku selama ini, itupun muncul dari seorang ustadz yang melakukan penafsiran kontekstual dan melihat dari sudut pandang filsafat yang sedang berkembang di zaman ini.
Ternyata maksud dari di bacanya surat Al Kafirun setelah roka’at pertama adalah, bahwa kita sebagai umat muslim harus menghormati kepercayaan agama lain, namun bukan berarti harus mengikuti ajarannya karena dalam ayat terakhir surat Al Kafirun berbunyi “lakum diinukum waliyadiin” yang artinya “agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu”. Di roka’at kedua setelah surat Al Fatikhah imam membaca surat al Ikhlash maksudnya adalah, setelah kita menghormati kepercayaan atau agama orang lain maka harus memperkuat ketaukhidan kita, dengan tetap mempercayai bahwa Allah maha esa, tidak beranak dan di peranakan.
Kedua surat itu oleh imam masjid dengan istiqomah di baca setiap sholat maghrib, ternyata dimaksudkan supaya kita menghormati kepercayaan dan agama lain dengan tanpa membuat kita melupakan ajaran ketaukhidan yang ada dalam Islam, dan Allah sudah memerintahkan itu sejak zaman rosulullah.
Kesimpulannya adalah kita jangan sampai terjebak dalam kefanatikan yang berlebihan dengan hanya mengikuti apa yang dikatakan guru dan orang tua kita, namun kita juga harus belajar bertanya dan menganalisa apa yang di perintahkan guru atau orang tua kita tanpa mengurangi rasa hormat ke beliau-beliau. Wallahu a’lam

» Read More....

PENGGIAT (PECINTA) ALAM atau PETUALANG CULUN ??

petualang-petualang zaman sekarang, biasanya lebih percaya diri ya. Iyyaaaa percaya diri banget malah , kalau soal upload gambar pendakian atau petualangan yang lainnya dari gadget ke account sosmed. Soal ilmu dalam berpetualang? Belum tentu. Malahan banyak yang tidak mau tahu kalau urusan untuk belajar keilmuan tentang petualangan. Hey, jangan tersinggung dulu. Saya nggak nyindir Anda kok. Saya hanya mengungkapkan fakta bahwa petualang yang baru merasakan naik gunung itu culun.
Bukan hanya anda yang begitu. Semua teman Anda sama saja. And you know what? senior “besar” Anda juga dulu begitu. Kalau saya sendiri sih tidak. Tidak ada bedanya, maksudnya hahahahaha.... Semua orang yang baru merasakan petualangan seperti mendaki gunung, awalnya pasti nggak ngerti apa-apa tentang kondisi yang akan muncul di lapangan. Teori mungkin jago, sudah diajarin atau ikut pendidikan dasar (bagi yang ikut organisasi ) . Tapi berpetualang itu nggak sekedar teori, perlu banyak pengalaman yang nggak bisa dibaca di buku manapun, jadi nggak masalah dong kalau ketika mulai berpetualang kita itu culun. Yang perlu kita upayakan adalah; gimana caranya supaya nggak terlalu lama jadi petualang yang culun. Mesti segera pinter, supaya ada peningkatan dalam keilmuan . Makin lama culunnya, makin jelek nanti pas kita jadi senior atau di anggap senior (baca=TUA). Makin cepet pinternya, makin tinggi kredibilitasnya sebagi seorang senior yang mumpuni dalam hal pengalaman dan keilmuannya.
Lihat saja, betapa banyak petualang yang sudah bertahun-tahun berkelana mendaki gunung sudah seantero jagat tapi masih culun juga. Tapi ada beberapa petualang muda yang culunnya Cuma sebentar. Sehingga pas di ajak untuk berbagi pengalaman dan keilmuan akan terlihat perbedaanya Lalu apa yang dilakukan oleh petualang yang culunnya cuman sebentar itu? Ada dua hal pokok. Kalau anda punya dua hal ini, insya Allah nggak bakal culun lagi kok. Hehehe btw Apa itu yang membuat kita gak terlalu lama jadi petualang culun?
Satu, mau dinasihatin, diajarin, diarahin. Sudahlah......sekalipun Anda rajin baca buku atau novel petualangan atau paham teori navigasi darat,panjat tebing, SAR (Search and Rescue) atau paham teori PPGD (pertolongan Pertama Gawat Darurat) nggak bisa langsung kepake itu ilmu teorinya . Ikuti senior anda yang sudah terbukti bagus alias nggak culun lagi. Belajar sama mereka gimana caranya merdeka dari keculunannya. Karena sering antar teori dan praktek dilapangan itu berbeda,teori semua ilmu itu sama namun kondisi lapangan itu yang berbeda-beda.
Dua, mereka yang culunnya sebentar itu adalah orang-orang yang mau belajar teori dan praktek lebih tekun dan berkontribusi lebih banyak ke organisasi atau komunitas ataupun ke masyarakat dari yang lainnya.
Kalau diorganisasi atau komunitas Anda ada training baik pendidikankan dasar atau lanjutan , atau latihan bersama yang melibatkan banyak organisasi Penggiat (pecinta) Alam ikutilah dengan sepenuh hati. Jangan setengah-setengah. Apalagi sambil modus nyari gebetan (cieeeeh yang jones kesindir neeeeh :p) . Cari trainer ataun instruktur yang pas. Biar Anda nggak merasa rugi mengikutinya..
Selamat menjadi petualang yang HEBAT.....!!!!!

» Read More....

METAMORFOSIS "BELAJAR DARI ALAM DI SEKITAR KITA"

Hidup adalah anugrah yang sangat terindah bagi kita sebagai manusia, karena kita diberi kesempatan untuk merasakan kehidupan dunia, entah itu berupa kesenangan maupun kesedihan, maka sudah sebaiknya hidup kita tidak selalu diisi dengan keluhan, dengan menghina orang lain apalagi menghina diri sendiri, nasib kita yang mungkin kita anggap tidak seberuntung orang lain bisa jadi di anggap beruntung bagi orang yang melihat kehidupan kita, maka hidup kalo selalu di syukuri maka kita akan selalu mendapatkan nikmat yang lebih yang dari kita harapkan, Allah sudah berfirman bahwasannya kalo kita mensyukuri nikmat apapun yang di berikan Allah ke kita maka Allah akan selalu menambah kenikmatan kepada hambanya yang selalu bersyukur.
Oalaaah Nasib.....!! disadari atau tidak kadang kita selalu mengeluh seperti itu ketika mengalami kemalangan, musibah atau ketidak beruntungan, kita pun sering melupakan sang maha pemberi dengan mengatakan bahwa Allah tidak adil terhadap nasib kita, hal itulah yang sering membuat kita lupa bahwa selain ketidak beruntungan yang saat ini kita terima ada hal yang lebih baik yang akan terjadi kepada kita.. Innama’al ;usri yusro fainnama’al ‘usri yusro, sesungguhnya di balik kesusahan itu ada kemudahan dan sesungguhnya di balik kesusahan itu ada kemudahan, Allah sudah berfirman seperti ayat di atas bahkan sampai di ulang dua kali bahwa di balik kesusahan yang kita dapat pasti ada jalan untuk mencapai kemudahan atau keberuntungan buat kita sebagai umat manusia. so selalu bersyukur dengan apapun yang kita dapat pasti kita kan selalu merasakan kebahagiaan.
Hewanpun yang bersyukur dan mau menerima takdir yang didapat serta mau berikhtiar untuk menjadikan dirinya lebih baik Allah memberikannya, apalagi kita sebagai manusia yang mempunyai akal kepandaian yang melebihi hewan, contoh nyata hewan yang mau bersyukur dan berikhtiar serta bermukhasabah adalah ulat, dimana ulat adalah gambaran hewan yang serakah dan merusak pepohonan, ulat adalah hama bagi manusia yang berprofesi sebagai petani karena ulat menyerang pohon buah yang menjadi penghidupan petani, namun pada saat sampainya waktu pertobatan maka ulat akan berhenti mengunyah dedaunan pohon tersebut, kemudian melakukan perenungan dengan berpuasa dan menjadikan dirinya kepompong selama -+ 40 hari, sehingga sampai pada waktunya selesai mukhasabah maka keluarlah seekor kupu-kupu yang sangat indah serta berwarna-warni, kupu-kupu tidak memakan dedaunan namun menyedot nektar bunga yang selanjutnya karena proses tersebut bunganya berproses menjadi buah yang berguna bagi manusia. proses berubahnya ulat menjadi kupu-kupu adalah proses metamorfosis dimana membuat nasib yang tadinya biasa dan cenderung kufur berubah menjadi lebih baik dan berguna bagi sekitarnya.
Gambaran di atas adalah kita memang harus belajar dari alam seperti halnya kupu-kupu tersebut , karena ternyata kitapun harus melakukan metamorfosis untuk bisa merubah nasib kita sendiri, dan kalo kita mau merenungkan kondisi kita saat ini sebetulnya itulah hasil dari metamorfosa selama ini, tanpa kita sadari kita sudah melakukan metamorfosis dari kecil, dari kita yang hanya berbentuk sperma ayah kemudian bertemu dengan ovum bunda dan terbentuklah bakal janin kita, kemudian ketika kita menjadi janin kita meminjam tempat di rahim bunda, dan selama -+ 36 minggu kita merepotkan bunda dan dengan perjuangan kita di bantu bunda serta ridlo Allah maka lahirlah kita, kemudian jadi bayi, dengan berjalannya waktu kita menjadi bocah dan sampailah waktu kita belajar dan masuk sekolah, itu adalah gambaran proses metamorfosa awal kita, di situ kita di beri pengetahuan tentang sang pemberi hidup dan kehidupan itu sendiri, tentang perbedaan, tentang pilihan hidup, dan tentang segala hal untuk bekal kita kelak. Nah... di sinilah kita menentukan nasib kita sendiri, mau jadi apa kita? MAKA JADILAH PEMENANG BUKAN MENJADI PECUNDANG ada sambungannya....

» Read More....

Tips Berpakaian Saat Pendakian

Seperti juga saat kita menghadiri suatu acara formal, ternyata di alam bebas pun memiliki tata cara berpakaian tersendiri. Sebenarnya prinsip berpakaian di alam bebas tidaklah sulit, tapi banyak orang tidak mengindahkan. Akibatnya terserang hypotermia (penyakit karena penurunan suhu tubuh) dan berakhir dengan tragis. Hal penting yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan tubuh tetap nyaman adalah tingkat ketebalan dan kualitas bahan yang dipakai. Maka didesainlah sebuah sistem yang dapat mempertahankan tubuh tetap dalam temperatur konstan dalam keadaan cuaca yang paling berat sekalipun. Sistem pertahanan berlapis untuk menjaga kondisi tubuh ini kemudian sekarang dikenal bernama layering system. Sistem ini membagi tiga bagian besar lapisan pakaian yang harus digunakan bila ingin bergiat di alam bebas. Lapisan yang pertama adalah bagian terdalam pakaian (base layer), kemudian bagian tengah (mid-layer) dan terakhir bagian terluar (outer layer). Prinsip kerja pakaian terdalam (base layer) yang utama adalah mengeluarkan keringat dari dalam tubuh serta membuat pemakai tetap merasa kering dan nyaman. Di kondisi suhu tidak terlalu dingin bisa digunakan pakaian dalam seperti singlet atau kaus tipis. Sedangkan untuk keadaan yang ekstrem kita bisa menggunakan long john (pakaian dalam seluruh tubuh). Untuk celana dalam dan bra pilih yang memang digunakan untuk berolahraga. Sekarang ini sudah banyak dijual bebas di toko-toko di Indonesia. Tugas kedua dari pakaian dalam adalah menjaga panas tubuh. Tapi karena bahan pakaian dalam yang rata-rata tipis maka tak dapat dielakkan akan banyak hangat tubuh yang lepas menuju lapisan yang kedua/tengah. Bila kita melakukan aktivitas, tubuh kita akan menghasilkan panas. Sangat sayang sekali bila panas yang sudah timbul tersebut hanya disia-siakan. Maka diperlukan lapisan yang bisa menahan panas tubuh yang terbuang tersebut, inilah fungsi utama bagian kedua/tengah (mid layer). Bagian tengah dari sistem ini berfungsi sebagai motor penghangat. Di bagian ini sebagian besar panas tubuh yang terlepas dari pakaian dalam dapat tertahan. Biasanya bagian ini terdiri dari lapisan bahan pakaian berserat atau berbulu. Bahan berjenis Polar-Tex sangat dianjurkan di sini. Tapi bila tak ada seminimal-minimalnya sediakan sweater berbahan wol sebagai alternatif. Pakaian untuk lapisan ini kalau bisa juga mempunyai risleting di bagian mukanya. Sehingga bila kita merasa panas dan berkeringat ketika memakainya kita tak perlu repot sampai harus melepaskannya. Di cuaca ekstrem dianjurkan juga memakai celana yang berbahan serat dan berbulu seperti jenis Polar-Tex meskipun pada kenyataaannya masih sulit didapat di tanah air. Tapi celana panjang berbahan polyster bisa menjadi pilihan lain untuk pakaian bagian bawah, karena selain mudah kering juga ringan dibawa. Bagian terluar (outer layer) adalah bagian terakhir yang akan dibicarakan dari sistem ini. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari angin dan hujan. Bahan di lapisan ini haruslah bisa membiarkan uap tubuh yang menembus lapisan dalam dan tengah keluar. Bahan berjenis Gore-Tex dan Triplepoint dianjurkan untuk lapisan ini. Membran bahan tersebut yang sangat kecil membuat pakaian berjenis ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Di mana pori-pori yang dimiliki bahan tersebut teramat kecilnya sehingga tak mungkin dapat dimasuki cairan jenis apa pun. Tapi pori-pori kecil ini ternyata cukup besar untuk membiarkan udara keluar dari dalam tubuh. Tapi jangan gunakan bahan jenis ini dalam keadaan cuaca panas. Karena uap panas yang keluar akan mengkondensasi di bagian dalam lapisan sebelum sempat lepas keluar. Dan ini akan berakibat lembabnya bagian dalam pakaian. Ada beberapa orang yang memisahkan dua fungsi utama pakaian terluar ini. Mereka lebih memilih pakaian penahan angin (wind breaker) yang bisa dipadukan dengan pakaian anti-air. Keuntungan terbesar dari pemisahan fungsi tersebut adalah dapat membiarkan uap keringat keluar lebih cepat dan terasa lebih nyaman. Pilihan yang paling baik untuk lapisan terluar adalah jaket tebal, tapi usahakan jangan jaket kulit karena sulit kering dan terasa berat. Juga usahakan lapisan yang terluar ini mempunyai sistem anti-air. Juga gunakan pakaian yang berwarna cerah. Karena pakaian yang berwarna cerah cenderung menangkis panas demikian sedikit tips berpakaian saat melakukan aktifitas pendakian dan semoga bisa berguna bagi para pembaca dunia sang petualang sumber : dari berbagai sumber

» Read More....

Renungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

“5 june 2011..WORLD ENVIRONMENT DAY “forests: nature at your service” HUTAN merupakan komponen penting bagi bumi dalam perannya untuk menjaga keseimbangan EKOSISTEM, kerusakan hutan sekitar 1,1 juta hektar/tahun di ndonesia ,sedang kemampuan pemuliha hanya sekitar 0,5juta hektar/tahun…jagalah sumber daya alam kita, agar dapat bermanfaat secara berkelajutan.”
Itulah kalimat dari sebuah pesan singkat yang masuk kedalam ponselku semalam yang di kirim oleh kawanku yang merupakan aktifis pecinta alam, di sela kesibukannya mengajar anak muridnya yang sedang menghadapi ujian akhir sekolah ternyata masih sempat terpikir untuk memberitahukan kepada kita tentang hari lingkungan hidup sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Pesan singkat tersebut isinya terkesan sangat klise namun itulah kondisi real hutan yang ada di Indonesia pada saat ini, yang notabene di kuasai oleh para oknum pemegang HPH yang berdalih mengelola hutan namun pada prakteknya sering kita lihat terjadi penebangan hutan secara resmi namun dilakukan dengan cara liar dan membabi buta. bencana banjir yang mrupakan efek dari penebangan tersebut dan sudah sangat jelas penyebabnya seolah hanya sekedar menjadi head line berita di media tanpa kemudian ada tindakan yang urgent untuk mencegah terjadinya banjir lagi dimasa-masa yang akan datang yang terjadi masyarakat menyalahkan pemerintah dan pemerintah juga menyalahkan masyarakat. Lalu sebenarnya siapa yang salah ya?

Jangankan pemasalahan hutan yang sudah melibatkan banyak pemegang kebijakan, baik itu cukong yang menjadi oknum pemegan HPH ataupun pemerintah daerah yang memegang wilayah hutan tersebut, namun dengan berdalih meningkatkan PAD maka hutan tersebut di babat untuk dijadikan kawasan industri namun ujung-ujungnya korupsilah yang terjadi dan yang menjadi korban adalah masyarakat kecil.
Selain masalah tersebut hal-hal yang dalam kesehariannya kita jalani juga banyak masyarakat (bahkan kita) yang kurang atau bahkan tidak peduli dengan lingkungan sekitar kita.Belakangan ini rutinitasku hampir tiap pagi melakukan jalan pagi bersama istri yang kata orangtua untuk melancarkan kelahiran putra pertamaku, dalam melakukan jalan pagi setiap harinya selalu melalui rute jalan yang berbeda-beda, selain untuk tidak membuat rutinitas jalan pagi ini membosankan sekaligus ingin mengetahui jalan-jalan yang kita lalui dan mengenal beberapa tetangga yang jarang bertemu ( kita warga baru ) dalam rutinitas jalan pagi ini setiap paginya selalu menemui kejadian-kejadian yang mungkin sepele,menggelikan dan kadang dijadikan bahan joke kita berdua namun juga membuat kita miris ketika melihatnya sering sekali setiap barjalan istriku sudah memperungatkan “awas tuh ada ludah tar keinjek bawa penyakit ” hal yang sanagt sepele dan kadang tanpa kita sadari, artinya memang kesadaran kita sebagai masyarakat masih kurang karena setiap harinya kita selalu melakukan hal-hal yang mencemari lingkungan kita sendiri seperti halnya membuang ludah di jalan, baik itu sedang jalan kaki, naik motor bahkan ketika naik mobil yang kadang hal tersebut menjadi biang keributan pemakai jalan karena ketika seseorang meludah dari motor atau mobil mengenai penguna jalan lain, bayangkan kalau di Indonesia ada aturan seperti di singapura meludah di sembarang tempat kena denda mungkin negara kita tertib (mimpi gak ya?)

Tidak hanya permasalahan meludah sembarangan namunkalau kita amati , tidak menjamin orang kaya itu sadar dengan lingkungan sekitarnya, bahkan selain meludah dari mobil mereka juga sering membuang sampah dari mobil, yang sampah bungkus makanan, tisu,kulit buah, dan banyak lagi, mungkin mereka menganggap jalanan itu adalah tempat sampah besar, padahal di dalam mobil sudah tersedia tempat sampah (buat hiasan interior mobil?) kenapa sampahnya masih suka dibuang ke jalanan ya?
Dilain pagi kita berjalan masuk ke taman kota di mana dalam taman kota tersebut kesan yang terlihat adalah asri, bersih dan nyaman, karena di situ ada joging track utuk olah raga bahkan di setiap sudut ada tempat sampah untuk tiga jenis sampah, yang bertuliskan “ORGANIK” “UNORGANIK”dan “KERTAS” sangat jelas tertulis spesifikasi sampah yang harus dimasukan ke dalam tempat sampah tersebut, namun realitas prakteknya sangat jauh panggang dari api,masyarakat pengunjung taman kota entah paham atau tidak dengan tulisan yang ada di tempat sampah tersebut, karena pada kenyataanya sering isi dan tulisannya berbeda, tempat sampah “ORGANIK” diisi plastik, tempat sampah “UNORGANIK”isinya sampan daun atau kertas, mungkin maklum kalau belum paham dengan bahasa tersebut namun tempat sampah yang jelas-jelas bertuliskan “KERTAS” isinya plastik, bahkan yang lebih parahnya lagi, ada tempat sampah banyak seperti itu tetap saja banyak sampah yang berserakan di sekiranya terutama di pintu keluar, apakah sudah sedemikian tidak pedulkah masyarakat (kita) dengan kondisi lingkungan sekitarnya??

Kita sering melihat stiker atau spanduk yang bertuliskan “STOP GLOBAL WARMING” “SAVE OUR EARTH” ataupun “LESTARIKAN BUMI KITA DEMI ANAK CUCU KITA KELAK” namun apakah tulisan tersebut hanya sekedar slogan ataukah memang kitasebagai masyarakat tidak peduli? Karena tetap saja melakukankegiatan yang bertentangan dengan tulisan tersebut, dalam hari bumi bulan april kemarin perusahaan ritel tempat saya bekerja melakukan kampanye 1 BULAN TANPA MENGGUNAKAN PLASTIK, namun kompensasinya terhadap customer yang mau tidak menggunakan plastik kita ganti dengan marchandise yang memang disediakan, artinya apakah memang belum ada kesadaran secara mandiri dalam penanggulangan masalah lingkungan?
Mungkin para anggota pecinta alam yang notabene juga aktifis lingkungan seringkali dalam peringatan hari bumi (setiap 22 April) ataupun hari lingkungan hidup (setiap 5 juni) mereka melakukan aksi untuk memperingati hari-hari tersebut, sayangnya hal tresebut seringnyai hanya sekadar symbol dan slogan penyelamatan lingkungan tanpa ada tindakan kongkrit untuk menyelamatkan kondisi lingkungan yang sudah sangat parah, saya pernah mempunyai pengalaman dimana para pendaki gunung dengan idealisme “JANGAN MENINGGALKAN SESUATU KECUALI JEJAK” mereka membawa turun sampah-sampah plastik ataupun yang tidak bisa terurai di tanah, namun ketika melakukankegiatan sehari-hari mereka membuang sampah sembarangan dengan dalih “ ada petugas kebersihan kok” saya hanya tersenyum dan merasa miris mendengar kalimat tersebut. seorang yang memproklamirkan dirinya sebagi pecinta alam saja omongan dan perlakuan terhadap lingkungan seperti itu, apalagi mungkin orang awam yang tidak di dasari pengetahuan tentang wawasan lingkungan hidup?
Marilah kita mulai sekarang ini mencoba untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar kita, kita tidak ingin seperti lagunya Iwan Fals
“LESTARIKAN ALAM HANYA SEKADAR CELOTEH BELAKA
LESTARIKAN ALAM MENGAPA TIDAK DARI DULU SAJA”

» Read More....

Sifat Orang berdasarkan dengan hobby petualangan alam bebas

Mencoba untuk memposting tulisan yang sudah lama tersimpan di file penulis dan belum sempat di publikasikan tentang hasil “riset”dengan beberapa kawan pecinta alam..
Hasil ini hanyalah berdasarkan pada pengamatan dan pengalaman beberapa kawan penulis dan pengalaman pribadi penulis sendiri yang sejak kecil sudah hoby dengan kegiatan lama bebas..kalo orang jawa bilang hasil ini menggunakan ilmu titen (memperhatikan kebiasaan) tentang hal2 yang terjadi dari waktu kewaktu dan cenderung hal tersebut terulang secara terus menerus pada subjek yang di perhatikan…
Hasil tulisan ini merupakan pengamatan penulis dan kawan-kawan sejak tahun 2001. di sini penulis hanya mencoba share dengan para petualang semua semoga postingan ini bisa menambah wawasan dan wacana tentang pecinta alam atau sering juga di sebut penggiat alam bebas..

Berdasarkan hobi yang di tekuni dalam kegiatan out door dapat di simpulkan kepribadian seseorang sebagai berikut :
1. Pendaki gunung (biasa di sebut dalam OPA atau mapala orang yang seneng mendaki gunung tergabung dalam divisi Gunung Hutan/Rimba Gunung)



Orang yang kegiatan alam bebasnya lebih dominan dengan kegiatan pendakian biasanya mempunyai sifat:
 Merasa tertantang (the challenger) dengan segala sesuatu yang belum dan akan dilakukan
 mempunyai solidaritas yang tinggi dengat kelompok atau team
 apabila ada individu yang menonjol dalam team biasanya akan menjadi leader yang tangguh, bijak dan berani berkorban untuk team dalam kondisi apaun
 Ketika percaya dirinya hilang maka akan lama lagi munculnya
 Karena dalam melakukan kegiatan banyak berhitung resiko maka kadang muncul sebuah keraguan
 Kadang keraguan yang muncul akan menjadikan penghalang untuk maju
2. Pemanjat tebing (Climber)

Orang yang yang kegiatan out doornya lebih dominan di kegiatan panjat tebing mempunyai sifat:
 Mempunyai kepercayaan diri yang sangat tinggi
 Sangat suka dengan kegiatan yang beresiko tinggi
 Senangnya menjadi seorang single fighter
 Ketika menjadi seorang pemimpin cenderung otoriter dan sering tidak mendengar saran orang lain
 Egonya sangat tinggi (karena merasa mampu bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan teman)
 Cenderung introvet namun jangan di tanya kalo sudah bicara loyalitas terhadap kelompok mereka termasuk orang yang berani mati dalam membela kelompoknya.

3. Penelusur Gua (caver)

Seorang caver biasanya mempunyai sifat :
 Challenger (suka melakukan hal-hal yang baru)
 Team work yang bagus
 Solidaritas tinggi
 Ketika menjadi seorang pemimpin cenderung bersikap mengikuti kemauan anak buah namun kurang tegas ketika diperlukan dalam keputusan strategis
 Sangat berhitung dengan resiko ketika akan melakukan sesuatu
 Kalo sudah asyik dengan sesuatu biasanya akan lupa dengan lingkungan sekitar terutama lupa dengan waktu
4. Arung jeram (rafter)

seorang rafter biasanya mempunyai sifat :
 Challenger (tantangan apapun akan dihadapi)
 Percaya diri sangat tinggi
 Mau melakukan sesuatu sekalipun hal tersebut resikonya sangat tinggi
 Perhitungan atau prediksi dalam meghadapi resiko biasanya sangat tepat dan akurat
 Ketika menjadi seorang pemimpin akan tegas dalam mengambil keputusan selalu di sertai dengan penghitungan yang matang.
 Karena kemampuannya yang bisa memprediksi dengan tepat dan percaya diri yang sangat tinggi kadang menyepelekan orang lain yang tidak sejalan dengan pemikirannya

Kebetulan baru empat kegiatan out door yang pernah dilakukan penulis maka baru hanya itulah yang bisa di posting di forum ini kalo ada pembaca yang mau menambahkan pengalaman dan analisinya silahkan.terimakasih ...
Salam Lestari dan Salam Petualang

» Read More....

Vandalisme para pecinta alam



Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki
Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kepedihan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
Batu – batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang bermata
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu…
Oh alam.. korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yg tak mau mengerti
(di ambil kalimat di atas dari sebuah lagu ..pendaki gunung..)

Di atas merupakan sebuah lagu yang merupakan bentuk pemberontakan para pecinta alam yang idealis serta menghormati alam itu sendiri, memang sebuah kejanggalan bagi para penggiat alam bebas yang memproklamirkan diri sebagai seorang pecinta alam namun dalam melakukan kegiatannya selalu melakukan vandaisme terhadap alam, seperti halnya contoh nyata yang terlihat di gunung-gunug banyak para pendaki yang memetik bunga edelweis dengan alasan untuk kenang-kenangan buat sang pacar karena edelweis di anggap sebagai bunga lambang cinta abadi, ada lagi coretan vandalisme di tebing-tebing tinggi, seperti terlihat di area watu kotak gunung sumbing sampai puncak, mereka memproklamirkan bahwa dia atau organisasinya pernah naik di gunung tersebut, banggakah mereka dengan hal-hal tersebut?? Bisa jadi..! padahal itu merupakan kebanggaan semu …
Pendaki gunung adalah seorang petualang sekaligus sang penantang yang tidak takut pada lebatnya belantara, panasnya matahari dan dinginnya malam serta tingginya puncak gunung, namun hal tersebut bukan berarti seorang pendaki gunung juga merusak kondisi alam yang di lewatinya, ada etika petualangan yang harus dihormati yaitu “jangan mengambil sesuatu kecuali foto(gambar), jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan membunuh sesuatu kecuali waktu” kalimat itu merupakan pomeo bagi kalangan yang menamakan dirinya pecinta alam.
Seorang pecinta alam selain melakukan kegiatan petualangan sudah seharusnya akan menghormati kehidupan di sekitarnya, kehidupan masyarakat sosial, adat dan budaya tradisional, ekosistem lingkungan kita, serta kehidupan yang ada di alam raya ini. Marilah kita semua yang merasa dan memproklamirkan diri sebagai pecinta alam. Jangan melakukan vandalisme terhadap alam sekitar kita, karena perbuatan vandalisme selain merusak tatanan kehidupan juga akan merusak nama kita sebagai seorang pecinta alam..

Bravo Pecinta Alam Indonesia
Bravo Petualang Indonesia

Salam Rimba Nan Lestari…..!!!

» Read More....

kembalinya Sang petualang di dunia cyber



Setelah lama tidak aktif di dunia blog petualangan, sang petualang kembali kedunianya yang sempat hilang di akhir 2008 dan awal 2009.. sang petualang sekarang bergabung dengan Cartenz Partner in Adventure.. yang berpusat di kota Solo.. sang petualang sendiri sekarang menjadi store head Cartenz cabang Purwokerto..sehingga bisa mendukung kegiatan petualangan yang dilakukannya..
kegiatan petualangan pertama semenjak gabung di Cartenz adalah mengikuti Jambore Petualang Indonesia di Ranca Upas Bandung..Cartenz menjadi sponsor pendukung dalam kegiatan yang tayang pada 17 Agustus 09 di Trans7 kemudian kegiatan selanjutnya support to cartenz untuk pengibaran merah putih dan panji cartenz di puncak-puncak gunung di jawa dalam rangka merayakan kemerdekaan ke 64 RI... cartenz Depok dan Kuningan Jakarta di Gunung Salak Jabar Cartenz Purwokerto gunung Sumbing Jawa, Cartenz Solo naik ke puncak Lawu Perbatasan Jawa tengah dan Jawa Timur sedang Cartenz Surabaya dan Cartenz Malang bergabung di puncak mahameru Gunung Semeru Jawa timur
hari ini rasa kangen untuk menulis kembali menyala walaupun sedikit redup, dengan mengumpulkan kekuatan untuk kembali aktif menulis di blog sang petualang….

wellcome back to blog





» Read More....

OLAHRAGA ARUS DERAS DI PURBALINGGA

AMAZING......!!!! begitu kira-kira kalimat yang akan keluar dari siapapun penggemar olah raga arus deras, terutama kayak dan arung jeram, di Purbalinggga terdapat sungai yang ternyata berpotensi untuk dijadikan pengembangan olahraga arus deras atau arung jeram namun belum begitu terjamah oleh orang-orang di sekitarnya termasuk aku yang nota bene orang Purbalingga, yang justru tahu gambaran tentang sungai-sungai yang bagus ketika browsing di dunia maya. Adalah Tirta seta sebuah kelompok pencinta dan penggiat olahraga Arus deras yang sekarang ini sedang berkembang dan sedang merintis GO Internasional....!
Selamat bagi kawan-kawan Tirta seta. Mas Toto yang sudah mempunyai sertifikasi arung jeram luar negeri, kang Tomo, Mas puji, Sigit, Nafi dan kawan-kawan Tirta seta yang lain semoga apa yang sedang dikembangkan dan diperjuangkan serta dicita-citakan untuk mengenalkan dan mengembangkan olahraga arus deras di Purbalingga menjadi suatu hal yang menjadikan olahraga petualangan di Purbalingga menjadi lebih baik. Bravo Purbalingga maju terus para Sang Petualang untuk melihat gambar dan berita yang lebih lengkap tentang Tirta seta silahkan klik http://tirtasetakayakcommunity.blogspot.com/ untuk translet ke bahasa Indonesia klik http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.tirtasetakayakcommunity.blogspot.com/




» Read More....

pendidikan lanjut AM XIII

Pendidikan lanjut yang selanjutnya disebut dikjut merupakan tahapan kelanjutan pendidikan setelah pendidikan dasar atau rekruitmen anggota baru di KMPA FAKTAPALA. Setelah melakukan pendidikan latihan dasar (DIKLATSAR) angkatan XIII pada bulan 28 November- 5 Desember 2008 dan resmi menyandang nama Anggota Muda (AM) KMPA FAKTAPALA. Tahapan selanjutnya pada bulan sekarang ini tepatnya tanggal 3 – 8 januari anggota muda KMPA FAKTAPALA STAIN Purwokerto melakukan pendidikan lanjut. Kalau dalam pendidikan dasar hampir seluruh keilmuan tentang keorganisasian sampai keilmuan tentang dasar-dasar kepecinta alaman di terapkan secara global, baik secara teori maupun praktek dilaksanakan.
Maka selanjutnya pada pelaksanaan pendidikan lanjut maka keilmuan yang dilaksanakan mulai spesifik diterapkan mulai keilmuan di Gunung Hutan (GH) dari mulai navigasi darat, orienteering, survival dan lain sebagainya, Lingkungan Hidup (LH) mulai assesment penduduk pinggir hutan, sampai penelitian jenis tanaman yang ada di hutan dan lain sebagainya, untuk pelaksanaan dikjut GH dan LH dilaksanakan di daerah lereng gunung Slamet lereng selatan, mulai dari desa Kalipagu sampai ke wilayah hutan di area igirdawa dan kalimanggis. Setelah pelaksanaan dikjut GH dan LH maka pelaksanaan dikjut Kemudian berlanjut di Gombong berupa pelaksanaan dikjut caving yaitu pelatihan maping dan eksplor gua serta SRT (Single Rope Technik) di gua Petruk dan gua Liyah, kemudian dilanjut dengan pelatihan panjat tebing di tebing putih sebelah gua petruk.
Setelah pelaksanaan pendidikan lanjut diharapkan para anggota muda bisa secara spesifik menguasai keilmuan yang didapat, yang selanjutnya bisa melaksanakan dan mengajarkan ke generasi selanjutnya, minimal bisa menguasai salah satu keilmuan yang di terapkan dalam dikjut. Karena setelah dikjut anggota muda diarahkan kepengembaraan salah satu keilmuan yang didapat, untuk syarat mendapatkan Nomor Pokok Anggota (NPA) dan secara penuh menjadi anggota KMPA FAKTAPALA.
Untuk bisa memahami apa itu organisasai pecinta alam memang tidak hanya sekedar masuk ke dalam club atau kelompok pecinta alam atau penggiat alam bebas. Pendidikan kepecinta alaman juga sangat diperlukan tidak hanya sebagai syarat untuk mendapatkan keanggotaan secara penuh, namun juga sebagai bekal dalam melaksanakan kegiatan di alam bebas, bercermin dari kasus kawan-kawan MAPALA Univ Yarsi yang diberitakan hilang di gunung Salak dan temen-temen pendaki dari UGM yang naik gunung Merapi pada awal bulan februari ini merupakan pelajaran berharga bagi para penggiat alam bebas terutama para pendaki yang dari kelompok pecinta alam atau klub penggiat alam bebas. Bahwasanya mendaki gunung itu perlu persiapan yang sangat matang, tidak hanya mengandalkan kemampuan tekhnik pendakian, cukupnya logistik selama kegiatan namun kita juga harus bisa membaca kondisi alam yang akan kita jelajahi.
Demikian sekelumit tulisan dari sang petualang yang sudah lama tidak melakukan petualangan, semoga apa yang didapat dari postingan ini bermanfaat bagi para blogger dan para petualang serta penggiat alam bebas.

Salam Lestari
GO GREEN INDONESIA........................!!!!!!




» Read More....

[JPers] Savern Suzuki gadis kecil yang bisa membungkam para petinggi PBB

Sabtu, 31 Januari, 2009 08:36
Dari:
"kuscartenz"
Tambahkan Pengirim ke Kontak
Kepada:
jejakpetualang@yahoogroups.com

Dari milist tetangga.
Savern Suzuki

Ceritaini berbicara mengenai seorang anak yg bernamaSevern
Suzukiseorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yg mendedikasikan diri
Untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah"
lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB
tahun 1992, dimana pada saat itu Seveern yg berusia12 Tahunmemberikan
sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( danmembungkam)
beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia12 tahunhingga bisa
membuatRUANG SIDANG PBBhening, lalu saat pidatonya selesai ruang
sidang penuh dengan orang" terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk
Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: ( sumber The Collage Foundation )

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization

Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak" berusia 12 dan
13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini
Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak" yg kelaparan di seluruh dunia yang
tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang
tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang
nya lapisanOZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak
tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga
beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan
kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang" liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung
dan kupu". tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan
masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika
anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan
nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua
pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda
sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon
kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan" salmon ke sungai
asal na..
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang" yang telah
punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di
tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki" dan saudara perempuan, paman dan bibi -
dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
walaupun begitu tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan
mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu
anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya ,
dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian
dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begituserakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama
dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang
begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak" yang
hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan
di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang
yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami
supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak" anda semua , Anda sekalianlah
yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan
mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya'

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua?
Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan
mu bukan oleh kata" mu '

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

ServernCullis- Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB,
membungkam seluruh Orang" penting dari seluruh dunia hanya dengan
pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang
hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang
meriah kepada anak berusia 12 tahun.

dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..

" Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi
nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato,
sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
assisten saya kemarin Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun "

------------ --------- --------- --------- --------- ---------

Cerita ini benar" terjadi dan pidato severn Cullis-Suzuki itu benar"
pidato yang dikatakan nya dalam pidato tersebut tanpa dilebih" kan .

Apa yang anda dapat dari cerita tersebut?

posting ini aku terbitkan tanpa editing dari milis Jejak Petualang


» Read More....

Apakah seperti ini Pecinta Alam Indonesia Abad 21 ?

Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.
Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, [1] ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; [2] ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; [3] ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan [4] ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah [1] ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; [2] ‘lingkungan dan kehidupan’ ; [3] ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ [4] ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini [5] ‘yang bukan buatan manusia’ ; [6] ‘dunia’ ; dan [7] ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Kalau kedua kata tersebut digabung maka arti dari pencinta alam adalah ‘orang yang sangat suka akan alam’.
Namun tidak disaat ini, pencinta alam yang sebenarnya hanya pantas ditunjukan pada masyarakat asli hutan, organisasi non pemerintah yang peduli terhadap lingkungan dan alam, individu yang peduli dengan lingkungan hidup lewat kemampuan yang dia bisa, seperti menanam pohon, membuang sampah tidak sembarangan, tidak memelihara satwa liar yang dilindungi UU, tidak menebang pohon ditaman nasional dan disekitar hutan lainnya, naik sepeda, menulis tentang lingkungan, membuat film tentang hutan dan kelestariannya, dan masih banyak lagi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Makna ‘orang yang suka akan alam’ berarti manusia yang peduli dengan alam dan menjaga kelestariannya. Dengan menjaga kelesatariannya berarti ia membela nasib hutan dan satwa liar yang sedang mengalami kepunahan bukan berpetualang menantang andrenallin naik gunung, memanjat tebing, atau membuka jalur untuk latihan atau dengan bangga bisa menaklukan alam.
Sejarah memang harus dipelajari tentang pendirian pencinta alam yang motori almarhum Soe Hok Gie, Herman Lantang dan kawan-kawan. Di era 60-an memang terjadi pergolakan masa transisi kemerdekaan. Invansi politik praktis diluar kampus Universitas Indonesia lewat organisasi dan kesatuan aksi mahasiswa dari berbagai atribut dan ideologinya berusaha memasuki Universitas. Namun, Almarhum Soe dan rekan-rekannya tidak peduli dan menjadi kelompok yang tidak memihak dengan kemelut politik saat itu. Mereka lari ke gunung dan pergi ke tempat-tempat sepi terpencil. Kalau penulis menyimpulkan contemplasi ala raja-raja Jawa seperti pendeta-pendeta hinduisme. Mereka paham waktu itu posisi benar-benar terjepit. Kebersamaan dan pengalaman itulah lahir istilah pencinta alam, yaitu Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Prajnaparamita FSUI. Di Tahun 1971 nama Prajnaparamita dilepas diganti dengan Mapala UI. Alhasil bangsa yang euforia ini bermunculan organisasi pencinta alam baik dari kampus dan diluar kampus.
Kegiatan mereka hanya berlarian ke gunung, ke goa, ke tebing hanya untuk menikmati alam. Jaman abad ini sudah berubah namun masih ada saja organisasi pencinta alam baik dari kampus dan masyarakat yang bergiat untuk naik gunung, ke goa, arung jeram, ke tebing atau pendidikan seperti gaya militer, menggampar seenaknya calon peserta dengan alasan biar berdisiplin seperti militer. Padahal pendidikan ala militer dewasa ini dengan kekerasan sudah mulai dikurangi.
Pernah penulis mendengar cerita dari aktivis lingkungan dari negeri yang hutannya sudah hilang bahwa seandainya gunung itu dipenuhi sampah dan hutannya gundul, iklimnya panas, sungai dipenuhi limbah pabrik, tebing karst di bom dan batunya diambil untuk bahan lantai, meja, dan satwa liar yang eksotik punah seperti Harimau Jawa, Jalak Bali. Apakah organisasi pencinta alam baik itu dikampus maupun diluar kampus diam saja melihat itu semua.
Memang hutan Indonesia belum parah meski terlihat parah atau sungai-sungai masih belum tercemar hingga bisnis olah raga arus deras pun menjamur atau gunung masih ada tempat menarik meski jauh paling atas, goa-goa masih banyak yang bagus, tebing-tebing masih menjulang tinggi toh mereka hanya santai-santai saja atau tidak perduli sama sekali lebih mementingkan event-event kejuaraan atau pelatihan-pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan makna dari pencinta alam. Sangat tragis benar.
Apa ada yang salah dari Almarhum Soe Hok Gie dan kawan-kawan lamanya hingga penerusnya hanya mementingkan kepuasaan sesaat atau kode etik pencinta alam Se-Indonesia yang syahkan bersama dalam gladian ke-4 yang setiap kegiatan wajib dibacakan setiap kegiatan seperti maksud dari pesannya Pencinta Alam Indonesia adalah sebagai dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air. Dengan kesadarannya mereka (Pencinta Alam) menyatakan pada poin 2 yang isinya memelihara alam beserta isinya menjadi ucapan atau janji tanpa makna (Lip Service).
Namun hasilnya pun hutan tetap gundul, satwa liar makin lama makin punah, bencana lingkungan mulai bermunculan, bahkan pemanasan global yang dibicarakan setiap negara dan para aktifis lingkungan dari LSM dengan gencarnya mencari solusi. Sedangkan organisasi yang namanya Pencinta Alam belum menunjukan taringnya untuk peduli terhadap lingkungan. Bahkan hanya bisa dihitung oleh jari organisasi pencinta alam yang peduli terhadap lingkungan. Atau menurut saran respon dari pembaca tulisan Quo Vadis Pecinta Alam yang ditulis penulis mending diganti saja nama pencinta alam dengan nama jenis petualang. Biar tidak terjadi pembiasan makna dari kata Pencinta Alam.
Alhasil, makin sepinya minat pemuda sekarang untuk masuk organisasi pencinta alam. Tradisi lama masih dipakai tidak ada formulasi-formulasi baru untuk merefleksikan kegiatan-kegiatannya. Atau organisasi pencinta alam dewasa ini telah bangga dengan “establishment” (kemapanan). Kebiasaan-kebiasaan lama yang harus ditinggalkan malah terus diulang-ulang saja seperti pendidikan dengan kekerasan atau perbedaan yang antara senior dan yunior, pendendaman akibat dari pendidikan yang keras, menebang pohon untuk simulasi SAR, atau pembukaan jalur. Meski kecil namun tetap saja kita memberikan pendidikan yang tidak baik terhadap masyarakat sekitar gunung atau hutan.
Pernah penulis ditanya saat masuk organisasi mahasiswa pencinta alam waktu masih kuliah dulu oleh senior, apa tujuan anda masuk pencinta alam? Penulis menjawab ingin mengenal alam lebih dekat. Namun, ketika pendidikan tidak dikenalkan dengan alam malah disiksa di bentak meski tidak ada kekerasan fisik, membuka jalur hutan dengan parang seperti kesatria.
Ironisnya, bencana-bencana alam tidak separah di jaman itu. Namun saat ini kita mendengar dan merasakan dampak dari penyakit lingkungan seperti pemanasan global, banjir, longsor, tsunami, belum lagi penyakit-penyakit aneh lainnya. Apa kita sebagai pencinta alam terus merenung naik gunung?Apa kita sebagai pencinta alam masih saja manjat memenuhi kepuasaan jiwa? Apa kita sebagai pencinta alam terus menelusuri goa?Apa kita sebagai pencinta alam terus pergi keriam berarung jeram melintasi sungai?Apa kita sebagai pencinta alam bangga dengan ucapan sebagai penikmat alam? Waktunya kita bergabung dan belajar dari organisasi-organisasi non pemerintah, masyarakat dengan kearifan tradisional sekitar hutan yang peduli terhadap lingkungan untuk melakukan sinergi bersama mencari solusi tentang kerusakan alam. Ini tugas semua pencinta alam Indonesia di abad 21 ini. Waktunya meninggalkan dunia petualang. Take Action Now
|di ambil dari posting Oleh Lutfi Pratomo di berita habitat.net

» Read More....

Belajar Dari Kejadian Gunung Salak Dan Merapi

sudah dalam satu minggu ini kita mendengar dan melihat berita hilangnya para pendaki gunung yang nota bene merupakan kelompok pecinta alam satu tim dari universitas YARSI hilang di gunung salak jawa barat dan satu tim dari Universitas Gadjah Mada hilang di gunung merapi Jawa Tengah. alkhamdulillah semuanya ditemukan dalam
kondisi selamat. Namun, kondisi mereka cukup memprihatinkan. Lima
orang dalam kondisi kelaparan, walaupun seorang lainnya dari tim UGM yang mendaki di gunung merapi mengalami patah tulang
kaki dan kanan.

Korban yang pertama kali ditemukan adalah Zuhri Habibullah (18), yang
ditemukan oleh Rusmanto (34) penduduk Desa Gowok Sabrang. Zuhri
ditemukan setelah tergelincir dari bukit ke Sungai Kali Tringsing.

"Saat ditemukan, dia terkapar di tepian kali yang kebetulan dekat
dengan jalan setapak. Dia lalu diselamatkan dengan cara ditandu dengan
menggunakan batang pohon," kata Rusmanto saat ditemui detikcom di RSUD
Muntilan, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Selasa (3/2/2009).

Setelah sampai di pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan sekitar pukul
10.00 WIB, Zuhri langsung dilarikan ke RSUD Muntilan Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah. Sampai di RSUD Muntilan, Zuhri langsung masuk
ke UGD RSUD Muntilan dan menjalani perawatan.

Setelah itu, kelima pendaki lainnya ditemukan. Mereka adalah Fachrul
Rozi (18), Ikrar Reza (19), Rizky Al Ikhlas (18), Prima Yudha (18) dan
Zangga (18). Mereka yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik itu dalam
kondisi lemas dan kelaparan.

Kelima pendaki ini ditemukan oleh Kirun (35), salah satu penduduk yang
sedang mencari rumput di sebelah barat puncak Gunung Merapi. "Saat itu
saya sedang mencari rumput di sebelah barat kaki Gunung Merapi.
Tiba-tiba ada rombongan pendaki yang sedang datang dengan
tergopoh-gopoh. Dia mengeluh minta tolong tersesat dan minta makanan
karena kelaparan," tegas Kirun (37) kepada detikcom.

Begitu melihat kondisi kelima pendaki pucat dan lemas, akhirnya Kirun
bersama Rukardi meminta pertolongan ke penduduk lainnya. Dengan
dinaikkan sepeda motor, kelima pendaki kemudian dievakuasi ke Pos
Pengamatan Gunung Merapi Desa Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten
Magelang.

Kelima mahasiswa UGM itu sekitar pukul 12.45 WIB dipertemukan dengan
Zuhri di UGD RSUD Muntilan oleh tim SAR Yogyakarta. Suasana haru
mewarnai pertemuan mereka.

Usai sadar dari pingsannya, Zuhri angsung mengeluarkan air mata saat
bertemu kelima temannya. Dia merasa bersyukur kelima temannya selamat.
Sementara kelima pendaki itu langsung dibawa ke Yogyakarta setelah
mendapat penanganan medis. Sedangkan Zuhri masih harus dirawat intensif.

Tidak Melapor

Para mahasiswa UGM ini mulai mendaki Merapi pada Sabtu lalu. Namun,
diduga mereka tidak melapor terlebih dulu ke Pos Pengamatan dan
Pendakian Merapi di Pos Selo, Yogyakarta. "Sempat lapor nggak yah?
Siapa yang lapor yah? Sempat ada orang penjual suvenir yang tahu,"
tegas Zuhri, salah seorang pendaki.

Namun, Zuhri tidak menjelaskan apakah rombongannya mampir dan masuk ke
pos pendakian Selo lebih dulu dan absen sebagai tanda melapor di pos
pengamatan Merapi dan Pendakian Pos Selo, Yogyakarta atau tidak. Zuhri
mengaku bahwa kegiatan pendakian itu dilakukan dalam rangka syukuran
salah satu temanya. Tidak acara resmi yang dilakukan oleh kampus UGM.

Menurut Zuhri, dirinya dan teman-temannya tiba di Pasar Bubar pada
Sabtu malam, lantas mendirikan tenda karena hujan lebat. Usai hujan
lebat, Minggu pagi, mereka melanjutkan perjalanan ke Puncak Garuda
yang merupakan puncak pendakian.

"Dengan membawa bekal hanya satu botol aqua, kami naik menuju ke
Puncak Garuda. Kami optimistis, sebab tidak terjadi hujan dan kabut
tidak begitu tebal. Paling tidak dalam waktu dua sampai tiga jam kami
optimis akan sampai di Puncak Garuda," tegas Zuhri.

Namun, sesampai di Puncak Garuda, tiba-tiba kabut menebal dan hujan
disertai angin kencang datang tiba-tiba. Akhirnya mereka kebingungan
untuk turun dan saat itulah tidak tahu berada di posisi mana.

"Saat itulah saya berinisiatif untuk memisahkan diri mencari
pertolongan ke penduduk desa setempat. Namun, saya malah tergelincir
dan tidak sadarkan diri. Tahu-tahu ditemukan penduduk setempat," tegas
Zuhri.
ada sebuah pembelajaran bagi kita semua sebagai pengiat alam bebas, bahwasannya mendaki itu perlu persiapan yang sangat matang, kita perlu belajar dari pengalaman senior-enior kita bahwa kalau sudah masuk bulan februari banyak badai ketika berada di puncak gunung. kalau memang kita punya program pendakian dalam bulan itu maka persiapan harus bener-bener ekstra. apakah temen-temen UGM dan temen-temen pendaki yang lain tidak belajar kasus MAPAGAMA februari 2001 dimana 5 0rang anggotanya tewas dalam pendakian 5 jalur di Gunung Slamet Jawa tengah?.juga sekedarmengingatkan tahun 1993 juga pada bulan februari 10 orang pendaki tewas di gnung Slamet, semuanya mempunyai julukan PENDAKI GUNUNG.
dengan melihat fenomena di atas sudah sepantasnya kita sebagai penggiat alam bebas belajar dari bahasa alam... terimakasih
dari berbagai sumber
SALAM RIMBA






» Read More....

HYPOTERMIA

APAKAH Hipothermia ?
“Hipothermia adalah gangguan medis yang terjadi didalam tubuh dimana terjadi penurunan temperatur tubuh secara tidak wajar disebabkan tubuh tidak mampu lagi memproduksi panas untuk mengimbangi dan menggantikan panas tubuh yang hilang dengan cepat karena buasnya tekanan buruk dari luar, yaitu udara dingin disertai angin, juga hujan, dan ketidak-pedulian dari Subyek itu sendiri yang makin memperparah keadaan, yaitu memakai pakaian basah, tubuh lelah dan lapar, serta seluruh tubuh terutama kepala tidak terlindung dari terpaan angin dingin. Situasi tersebut menjadikan temperatur tubuh turun dengan cepat dari 37°C (temperature normal) secara keseluruhan turun hingga dibawah 35°C.
Selanjutnya kematian bisa terjadi bila temperatur tubuh terus semakin turun drastis hingga dibawah 30°C. Jangan pernah mempersalahkan kondisi cuaca yang ekstrim, penyebab dan pemicu datangnya Hipothermia di Gunung bukanlah semata karena udara dingin, disertai datangnya hujan dan badai, tetapi tak lain karena sikap mental dan perilaku dari si pendaki itu sendiri yang mengundang agar dirinya terserang hipothermia, selanjutnya ketidak tahuan atau tidak memperdulikan ancaman hipothermia saat bertualang di gunung hanya akan manghadapkan seseorang dengan sebuah masalah serius, yaitu kematian.
Hipothermia sangat mungkin sekali untuk dihindari apabila betul-betul dipahami, tetapi tak jarang para pemula kegiatan alam bebas menganggap remeh dan tidak peduli dengannya hingga saat hypothermia mulai menyerang , mereka tidak mengerti harus berbuat apa, bahkan pada tahap lanjut hipothermia dimana penderita berperilaku aneh, teman-temannya mengira kesurupan. Satu hal yang perlu dipahami bahwa hipothermia bisa menyerang dimana saja, tidak harus digunung, didataran rendah, di laut, kolam renang, ataupun di sungai saat ber-arung jeram.Mangsa HipothermiaDi dunia operasi ESAR, banyak kasus para pendaki gunung yang tersesat di gunung berakhir kisah hidupnya karena terserang hypothermia (tidak disadari). Sejak awal tersesat biasanya mereka sudah melakukan tindakan fatal yang akan makin memperburuk situasi mereka (seperti: bergerak dengan cepat yang karena panik lalu menjadi lincah melebihi pergerakan normal. Manuver ini jelas menguras sebagian besar dari energi yang tersisa). Dari beberapa kasus orang tersesat digunung, dalam pergerakannya mencari jalan keluar cenderung memilih bergerak mengikuti aliran sungai dengan pertimbangan sungai pasti sampai ke desa, selain itu kemungkinan besar bisa memperoleh air dengan cepat apabila haus. Tidak sedikit survivor terpeleset jatuh kedalam sungai, atau dengan sengaja mereka memilih berjalan didasar sungai karena tepi sungai lebat dan tidak bisa dilalui, sementara mereka takut bila menjauh dari sungai akan makin tersesat, sehingga keputusan terbaik (yang beresiko paling tinggi) dari semua pilihan yang tidak diinginkan adalah tetap mengikuti aliran sungai dengan berjalan didasar sungai (umumnya sungai-sungai digunung berisi batu-batu tua berlumut dan pasir, kecuali saat hujan deras baru mungkin air akan menggerojog dahsyat). Yang ada dalam pikiran survivor hanyalah sesegera mungkin menemukan tanda-tanda yang bisa membawanya bertemu dengan orang, atau peradaban keseharian. Dan dalam pencariannya ini pergerakan survivor menjadi semakin jauh tanpa arah yang jelas, berteriak-teriak, meninggalkan sebagian atau seluruh perlengkapannya dengan maksud agar pergerakan mencari jalan keluar dari ketersesatannya itu menjadi lancar tidak terhambat oleh beban ransel dipunggung. Ditengah kebingungan di belantara asing itu kabut mulai turun, bahkan disertai hujan (jangan selalu berprasangka bahwa musim kemarau digunung, cuaca akan selalu bersahabat dan sesuai dengan ramalan-ramalan kita yang tak berdasar sehingga kita akan kaget begitu dihantam hujan, lalu badai). Dengan sisa tenaga dan pakaian yang mulai basah oleh keringat, juga hujan, mungkin saja survivor memilih untuk segera mencari tempat berlindung atau melanjutkan pergerakan karena sudah kepalang basah. Bergerak ditengah hujan kabut hanyalah sebuah tindakan bunuh diri sementara rain coat, atau ponco dan jacket di tinggalkan entah dimana. Berteduh dari kabut atau hujan (diam dan tidak bergerak) semakin membuat tubuh menggigil kedinginan, hingga umumnya survivor tetap memilih bergerak. Tanpa disadari energi terus terkuras hingga tubuh menjadi lemah dan limbung. Selanjutnya ditengah keterasingan itu hanya Tuhan Yang Maha Tahu. Penting bagi pendaki gunung, pecinta alam atau penggemar kegiatan alam bebas memahami cara kerja pembunuh tersebut, agar dalam situasi tersesat atau tertimpa suatu masalah saat berada di alam bebas tidak bertindak gegabah.Pada situasi seperti apa orang akan terkena hipothermiaTelah sedikit disinggung diawal tulisan bahwa hipothermia adalah kondisi medis yang terjadi didalam tubuh dimana panas tubuh berangsur-angsur hilang, diikuti keseluruhan temperatur tubuh “”ngedrop”" atau turun secara drastis, dan tanpa ada upaya yang berarti dari dalam dan luar tubuh untuk memproduksi panas, maka temperatur akan semakin turun hingga dibawah 30° Celcius, atau dengan kata lain mendekati pintu kubur? Secara umum, buruknya penyekat (pakaian yang dikenakan) untuk menahan dingin dan angin, memakai pakaian basah, tercebur kedalam air (bisa jadi tercebur kedalam air hangat dalam waktu yang lama), kondisi tubuh yang lelah didalam cuaca dingin berangin, semua itu merupakan faktor pemicu hipothermia. Dalam situasi seperti inilah tanpa disadari bencana hipothermia bisa menghabisi seseorang yang sama sekali tidak memahami apa yang sedang terjadi terhadap dirinya.
Kenali hipothermia dan tanda-tandanya
Secara umum dikenal 3 tahap hipothermia, yaitu: Mild Hypothermia (hipothermia ringan), Moderate Hypothermia (hipothermia sedang), dan Severe Hypothermia (hipothermia berat).
Mild Hypothermia (temperatur tubuh drop dari 37° hingga 35°C).
Penderita mulai menggigil saat temperatur tubuhnya turun hingga 36°C (menggigil adalah usaha alamiah tubuh untuk menghasilkan panas, dan menjaga agar temperatur bagian dalam tubuh tetap stabil).
Apabila temperatur tubuh terus turun hingga dibawah 36°C, penderita merasa lelah dan dingin.
Cara berpikirnya mulai terlihat kacau dan pertimbangannya tidak logis, tidak bisa mengambil keputusan dengan benar, dan mulai berperilaku aneh diluar kebiasaan normal, serta keras kepala (hanya bertindak atas kemauan sendiri).
Gerakan tangan, kaki, dan anggota badan lainnya mulai cenderung tidak terkoordinasi dengan otak (misal; mulai sering tersandung sesuatu saat berjalan, menyampar botol minum, menginjak kompor, bahkan kesulitan untuk mengancingkan jacket).
Penderita masih terlihat bernafas secara normal namun terus menggigil dan gemetar.
Apabila penderita Mild Hypothermia tidak segera ditangani, dan itu dianggap sesuatu yang wajar saja, maka temperature tubuh semakin turun.
Moderate Hypothermia (temperatur tubuh turun dari 35° hingga 32°C),
ditandai dengan kulit ditubuhnya terlihat memucat, otot-otot menjadi kaku dan sulit menggerakkan jari tangan (koordinasi tubuh terganggu).
Jari tangan dan kaki mati rasa.
Menggigil hebat, lalu sama sekali berhenti menggigil (cadangan energy di dalam tubuh sudah habis di pergunakan untuk menggigil - bukan berarti penderita tidak lagi kedinginan)
Penderita sudah tidak mampu berpikir atau mengingat-ingat sesuatu (menjadi pelupa), dan terlihat tidak mampu merespon dengan baik, bicaranya gagap dan terlihat sulit melontarkan kata-kata.
Beberapa area tertentu pada tubuh yang biasanya selalu hangat menjadi dingin (Samping Leher, Ketiak, kunci paha).
Gerakan semakin lamban, kondisi tubuh kian lemah, dan seperti orang yang mengantuk berat.
Selanjutnya dibawah temperature 32°C semua proses metabolisme tubuh termasuk napas, degub jantung, dan fungsi otak semakin melemah.
Severe Hypothermia (temperatur tubuh terus turun dari 32° hingga 28°C),
ditandai dengan penderita mulai sering hilang kesadaran, Perilakunya tidak rasional.
Kulit terlihat membiru, napas dan denyut nadi melemah.
Pupil mata membuka lebar, penderita terlihat seperti sudah meninggal.
Kematian (temperatur tubuh terus turun dari 28° hingga 25°C).
Dibawah temperatur 28° penderita tidak sadarkan diri dan terjadi henti jantung. Kematian terjadi sebelum temperatur mencapai 25°C.
Berapa lama seseorang dapat bertahan hidup dari serangan hipothermia?
(sejak Mild Hypothermia hingga Severe Hypothermia) Sangat tergantung dari berbagai faktor yang mendukung untuk terus dapat bertahan hidup, atau berbagai faktor yang membuat situasi semakin memburuk. Kematian karena hipothermia bisa terjadi dibawah 24 jam.
(Catatan: Mild Hypothermia berpotensi menjadi bencana apabila penderita adalah “”team leader”" dalam sebuah perjalanan pendakian gunung atau misi operasi ESAR dimana dia harus mengambil keputusan, sementara anggota tim tidak paham bahwa ketua tim nya terserang hipothermia).
Dari pengalaman penulis di alam bebas, menangani seorang tim leader, atau seorang senior yang kebetulan terserang hipothermia bukanlah pekerjaan mudah, karena cenderung keras kepala, merasa dirinya paling tahu, dan kelihatan kalau egonya tidak mengijinkan orang lain memperlakukan dia sebagai seseorang yang memerlukan pertolongan. Selain membahayakan diri sendiri, sikap keras kepala membahayakan tim.
Sebaiknya diskusikan kemungkinan serangan hipothermia terhadap tim (semua personil tim tanpa kecuali) saat briefing pemberangkatan (pendakian gunung, operasi ESAR) untuk meminimalisir sikap keras kepala apabila salah seorang personil dari tim terindikasi hipothermia.
Hilangnya panas Tubuh
Hipothermia terjadi karena hilangnya panas tubuh, dan secara alami tubuh tidak mampu lagi memproduksi energi panas. Ada beberapa proses alami di alam bebas (dalam hal ini pembahasan hipothermia hanya dibatasi pada Gunung Hutan) yang membuat panas tubuh secara berangsur-angsur hilang, dan berakibat temperatur tubuh terus turun hingga berhenti pada satu titik (kematian). Proses hilangnya panas tubuh secara alami ini penting dipahami untuk dapat menghindari hipothermia sedini mungkin.
Hilangnya panas tubuh secara alami ini jarang sekali disadari oleh para pendaki gunung pemula, sementara hal ini merupakan faktor terburuk yang mempercepat terjadinya penurunan temperatur tubuh.
Prosentase terbesar hilangnya panas tubuh adalah melalui kepala, dan pernapasan, sementara komando untuk setiap gerakan tubuh kita ada didalam kepala. Kenyataan ini yang paling sering di abaikan, selain juga kekeliruan dalam berpakaian makin mempercepat hilangnya panas tubuh.
Pahamilah proses alami hilangnya panas tubuh yang terjadi saat kita berada di alam bebas, dan upaya pencegahan atau menguranginya
Lima proses alami hilangnya panas tubuh
Proses alami hilangnya panas tubuh Upaya Pencegahan
KonveksiUdara dingin atau angin dingin, kabut ataupun hujan disertai angin dingin menerpa permukaan tubuh secara langsung (pakaian yang dikenakan tidak mampu menahan terpaan angin dingin). Panas tubuh banyak terserap untuk menghangatkan permukaan kulit sehingga lama-kelamaan tubuh bagian dalam menjadi dingin.
Contoh sederhana: Kita menggunakan konveksi saat meniup makanan atau minuman panas untuk mendinginkannya, begitu juga angin dingin melakukan hal yang sama terhadap tubuh kita.
Hindari kontak secara langsung antara permukaan kulit dengan terpaan angin dingin. Cara termudah adalah dengan mengenakan pakaian berlapis. Upayakan lapis terluar mampu menahan terpaan angin dingin.selain itu perhatikan arah angin saat mendirikan shelter sebagai tempat untuk berlindung/bermalam.
KonduksiPengaliran panas dari tubuh melalui permukaan tubuh (kulit) saat bersentuhan atau kontak dengan permukaan benda yang dingin, seperti batu tempat kita duduk, tanah basah. Dalam hal ini panas tubuh mengalir keluar dari tubuh dan terserap benda yang dingin.
Hindari kontak secara langsung dengan benda-benda atau obyek yang dingin, gunakan sarung tangan (rajut wool) agar tidak terjadi kontak langsung. Sebaiknya gunakan alas (matras) apabila duduk diatas permukaan tanah basah, atau juga batuan yang dingin.
EvaporasiPenguapan dari permukaan tubuh yang basah, (keringat, ataupun pakaian basah yang kita kenakan). Evaporasi banyak membuang panas tubuh, selain juga cairan dalam tubuh terus berkurang karena penguapan. Bila tidak ada suply cairan sebagai pengganti kedalam tubuh dapat mengakibatkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan beresiko terhadap perkembangan hipothermia.
Kenakan pakaian berlapis dengan jenis serat terbuka, ini memungkinkan terjadi sirkulasi udara hingga keringat dapat menguap dengan cepat. Memakai pakaian 2 hingga 3 lapis akan lebih baik dibanding memakai 1 pakaian tebal, tapi udara tidak bisa bersirkulasi mengakibatkan pakaian menjadi basah karena keringat tidak bisa menguap.
RadiasiPanas tubuh dipancarkan keluar dari tubuh melalui kepala (karena temperatur lingkungan diluar tubuh lebih dingin dibanding tubuh).
Kenakan selalu tutup kepala (balaclava dari wool cukup baik untuk mengurangi radiasi). Sebaiknya Kenakan juga syal untuk melindungi leher.
RespirasiPanas tubuh hilang melalui proses pernapasan (saat bernapas di lingkungan yang dingin, hidung menghirup udara dingin dan menghembuskan [membuang] udara panas dari dalam tubuh).
Lindungi hidung agar tidak langsung menghirup udara dingin, hal ini dapat dilakukan menggunakan syal, atau mengenakan balaclava yang menutup hidung namun masih dapat bernapas dengan nyaman.
Menangani penderita Hipothermia di Gunung.Prinsip dasar untuk lepas dari hipothermia adalah berupaya menaikkan temperatur tubuh yang drop dengan melindungi tubuh dari terpaan angin dingin, mengganti semua pakaian yang basah dengan pakaian kering, selanjutnya mentransfer energi dan panas kedalam tubuh (melalui minum hangat, bubur hangat, alat pemanas) serta membuat lingkungan disekitar penderita menjadi hangat.Agar diperhatikan bahwa panas tubuh sebagian besar hilang melalui kepala (radiasi), dan pernapasan (respirasi). Selain melindungi kepala dengan mengenakan balaclava, letakkan syal terbuat dari wool diatas permukaan hidung agar saat bernapas tidak secara langsung menghirup udara dingin, tetapi jangan sekali-kali memblokir jalan pernapasan.Prosedur umum Penanganan secara teknis penderita hipothermia dilapangan. INGAT! Tangani penderita Hipothermia dengan lembut dan hati-hati!!!.
Segera lindungi penderita dari terpaan angin dan kontak langsung dengan benda yang dingin.
Segera pindahkan penderita dari lingkungan yang dingin kedalam shelter, atau tenda (gelar matras didalam shelter atau tenda agar tidak lagi terjadi konduksi - tubuh penderita dengan obyek dingin disekitarnya).
Ganti seluruh pakaian basah penderita dengan pakaian kering (sebaiknya pakai 2 hingga 3 lapis pakaian), termasuk kaos kaki dan sarung tangan.
Masukkan penderita kedalam sleeping bag kering yang diberi alas matras.
Apabila penderita masih sadar berikan minuman hangat dan manis (air putih hangat, coklat hangat, atau jahe hangat - tidak terlalu pedas) sedikit demi sedikit menggunakan sendok (sebaiknya tidak menggunakan sendok logam). Jangan sekali-kali memberi minuman yang mengandung alkohol, dan hindari memberi minum kopi atau teh.
Apabila tubuh penderita bisa menerima suplai air minum hangat melalui mulut, lanjutkan dengan memberi bubur hangat manis yang juga dimulai sedikit demi sedikit.
Apabila penderita masih sadar, mintalah ijin agar diperbolehkan mengukur temperatur tubuhnya selama treatment hipothermia.
Hangatkan lingkungan didalam shelter atau tenda dengan membuat bara dari arang agar penderita menghirup udara hangat (Catatan: arang yang berkualitas tinggi tidak akan ber asap dan berbau sehingga aman untuk digunakan didalam tenda).
Hangatkan penderita pada bagian tubuh tertentu yang efectif untuk menyebarkan panas ke dalam tubuh dengan menempatkan botol plastik yang diisi air panas dan dibungkus syal atau kain pada Sisi leher, kedua ketiak, dan kunci paha.
Jangan melakukan pemijitan/masase kepada penderita karena akan mempengaruhi aliran darah dalam tubuh, dan jangan meng-olesi tubuh penderita dengan balsem/minyak gosok.
Penanganan Moderate Hypothermia, dan Severe Hypothermia di alam bebas.Selain prosedur penanganan yang sudah disebutkan diatas, Penderita Moderate dan Severe Hypothermia memerlukan penanganan khusus, tetapi pada situasi darurat di ketinggian yang sunyi, terisolir dan sulit memperoleh tenaga ahli medis, selain juga memakan waktu untuk evakuasi, maka pilihan yang ada hanyalah tetap berupaya semaksimal mungkin menangani penderita walau temperatur tubuh penderita ternyata sudah berada dibawah 29° Celcius. Catatan untuk penderita Moderate dan Severe Hypothermia.
Baringkan penderita dengan posisi kaki lebih tinggi.
Lakukan semua prosedur umum penanganan hipothermia, kecuali memberikan suplai air dan makanan melalui mulut apabila penderita sudah tidak dapat memberikan respon, karena apapun yang masuk melalui mulut cenderung dimuntahkan kembali, dan kemungkinan menggangu saluran pernapasan (hidung) karena apa yang dimuntahkan juga akan keluar melalui kedua lubang hidung.
Lakukan monitoring intensif terhadap botol pemanas yang diletakkan dikedua sisi leher, ketiak, dan kunci paha. Ganti dengan air panas baru sebelum botol menjadi dingin. (Sebagai catatan: transfer panas secara fisik atau skin to skin pada penderita Moderate dan Severe Hypothermia tidak akan banyak berpengaruh terhadap temperatur tubuh).
Lakukan monitoring intensif terhadap denyut nadi dan napas penderita. Bila tidak ada lagi denyut napas dan jantung, lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) - Pemberian bantuan napas dari mulut ke mulut disertai kompresi (penekanan pada dinding dada). Sebagai catatan, jangan lakukan pernapasan dari mulut ke mulut apabila penderita mengalami patah tulang disekitar kepala dan leher. Dan jangan lakukan kompresi apabila penderita menderita patah tulang dada (iga) - (Catatan: Disarankan tenaga medis terlatih yang melakukan RJP).
Apabila sarana transportasi dan waktu tempuh memungkinkan, dan tidak akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan hipothermia, secepatnya evakuasi penderita ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan yang intensif.
Mengukur temperatur tubuh penderita hipothermiaUntuk mengukur temperatur tubuh penderita hipothermia, letakkan thermometer pada ketiak (apabila memungkinkan, letakkan thermometer dibawah lidah penderita) selama ± 2 menit, dan lakukan pengukuran secara berkala tiap 5 menit untuk melihat perubahan temperatur tubuh.Catatan:Pengukuran temperatur tubuh penderita hipothermia yang paling efectif adalah melalui anus (thermometer di masukkan kedalam lubang anus yang sebelumnya beri pelumas terlebih dulu - tenaga medis terlatih yang melakukannya).
Jangan - mengukur temperatur tubuh penderita apabila sedang keras kepala dan tidak memperdulikan lingkungannya.
Awasi penderita yang keras kepala, karena tindakan-tindakannya yang aneh kadang berpotensi membahayakan diri sendiri atau tim.
Persenjatai diri untuk menghadapi Hipothermia
Apa yang ditulis dibawah ini hanyalah pengulangan dari “Pengetahuan Perlengkapan, Pakaian, dan Makanan Gunung Hutan” yang kadang kita abaikan karena nyentrik, dan untuk jenis makanan tidak berbau seni masak-memasak seperti saat kita kemping bersama keluarga. Memang makanan yang diperlukan untuk sebuah perjalanan gunung hutan pilihannya hanyalah dapat menunjang ketahanan tubuh kita, serta dapat mempertahankan panas tubuh, bukan kita memindah warung makan dengan berbagai pilihan menu ke sebuah ketinggian yang sunyi.
Untuk menghindari ancaman hipothermia, beberapa perlengkapan sederhana dibawah ini sebaiknya dipertimbangkan untuk selalu menemani saat “ngaprak” atau “mblakrak” di alam bebas, terutama saat mendaki gunung.
Untuk efectifitas didalam situasi darurat, bawalah selalu thermos berisi air panas yang isinya selalu siap digunakan sewaktu-waktu, tapi bukan berarti kita lalu main sambar thermos yang ada di dapur untuk dibawa ke gunung. Dalam situasi darurat digunung, seperti terserang badai, atau menunggu hujan di dalam bivak, kita harus mempertahankan panas tubuh kita dengan meminum sedikit demi sedikit air hangat, dan makanan dengan karbohidrat tinggi yang dapat dirubah dengan cepat oleh tubuh menjadi energi (misal biskuit manis) yang akan berasa nikmat bila dicelupkan ke dalam minuman coklat hangat, dan tidak perlu menunggu dengan memasak air terlebih dahulu.
Biasanya saat tubuh kita sedang menggigil rasanya malas mengeluarkan kompor dan perlengkapan lain dari dalam backpack untuk melindungi diri dari serangan udara dingin, umumnya kita lebih sibuk menggigil dari pada bertindak yang seharusnya (bukan berarti kita tidak memerlukan kompor praktis untuk memasak air atau menghangatkan makanan, membuat bubur havermout). Sebisa mungkin masukkan thermos air panas dalam daftar perlengkapan pribadi.
Sebagai catatan penting, jangan bertindak gegabah dengan meneguk minuman beralkohol karena selain hanya memberi kehangatan semu sesaat, berikutnya setelah pengaruh alkohol berangsur hilang, berangsur pula darah menjadi dingin hingga mempengaruhi stabilitas aliran darah didalam tubuh. Bukannya membantu memperkuat pertahanan tubuh, tapi membantu memudahkan hipothermia menyerang dan menghabisi kita. Lebih jauh lagi kalau kita kebablasan dalam menenggak minuman beralkohol diketinggian akhirnya kita sulit mengontrol diri, bisa-bisa jurang yang tidak kelihatan dasarnya, kita anggap kolam renang air panas alami, menggiurkan untuk diterjuni.
Makanan - Sebaiknya jangan mempersulit diri dengan membawa makanan-makanan yang memerlukan waktu lama dalam memasaknya, memerlukan banyak air, dan boros bahan bakar sementara kita berada dikawasan yang semuanya serba sulit, dan terbatas.
Sebelum menentukan makanan apa yang akan dibawa sebaiknya perhitungkan kebutuhan kalori perhari yang harus dipenuhi oleh makanan, selanjutnya pilih jenis makanan, dan buat menu harian.
Ada beberapa jenis makanan yang patut dipertimbangkan, selain dapat memenuhi kebutuhan kalori, cepat disajikan dan tidak boros air serta bahan bakar, seperti: Bubur Balita, Havermouth, moesly, biskuit manis, permen coklat batangan, permen manis, kismis, kurma kering, buah-buah yang dikeringkan, dan coklat meses (untuk dicampurkan kedalam bubur balita ataupun havermouth), seven ocean (roti survival), biskuit coklat manis.
(catatan: makanan berkalori tinggi yang telah disebutkan tersebut dapat menjadi petaka apabila dikonsumsi sehari-hari, terutama bagi para penderita hipertensi, dan kolesterol tinggi.)
Untuk makanan berbumbu yang dapat membangkitkan selera makan, kita bisa memilih mi instan yang hanya perlu diseduh air panas (catatan: ini bukan makanan utama, hanya pembangkit selera).
Satu hal yang agak sulit adalah membiasakan diri memakan makanan seperti disebutkan diatas dan menjadikannya sebagai santapan sehari-hari selama beroperasi di gunung. Beberapa jenis makanan memang tidaklah murah, tapi perlu dipertimbangkan harga makanan dibanding nyawa yang tidak bisa diukur dengan nilai uang.
Lindungilah kepala! - Kepala merupakan bagian terpenting dari tubuh dimana otak merupakan pusat syaraf yang mengendalikan gerakan-gerakan tubuh, dan perlu diingat, panas tubuh sebagian besar hilang melalui kepala (radiasi), dan pernapasan (respirasi).
Pakailah selalu penutup kepala untuk menghindari hilangnya panas tubuh karena radiasi. Untuk perjalanan di daerah dingin, balaclava terbuat dari wool merupakan pilihan terbaik karena melindungi hampir seluruh kepala, bahkan juga hidung. Selain melindungi kepala agar tetap hangat, udara yang dihirup saat bernapas juga terfilter oleh wool sehingga menjadi hangat.
Pakaian - Memilih pakaian untuk bertualang di gunung lebih ditekankan pada fungsi pakaian untuk dapat mempertahankan panas tubuh dan melindungi tubuh dari terpaan angin dingin. Pakailah pakaian berlapis (2 atau 3 lapis). Pakaian berlapis memungkinkan udara panas tetap berada diantara lapisan pakaian.
Lapis pertama memungkinkan kulit leluasa bernapas sehingga keringat tidak terperangkap diantara permukaan kulit dan pakaian. Selain juga cepat kering (tidak menyerap air). Material seperti sutra berserat kasar adalah salah satu pilihan terbaik sebagai pakaian lapis pertama karena cepat menguapkan keringat dan kain tidak menjadi basah seperti katun (pakaian untuk lapis pertama ini dikenal dengan nama “”long johns”" berupa celana panjang dan kaos lengan panjang). Tentunya banyak jenis material lain yang harganya jauh lebih terjangkau.
Lapis Kedua dapat menyerap penguapan tapi tidak menghilangkan panas yang ada. Material dari wool sangat baik untuk dipakai (contoh: sweater wool) karena wool akan tetap terasa hangat walau basah.
Lapis Ketiga, sebaiknya berupa jacket yang handal dalam menahan angin dingin, dan anti air, serta dapat menjaga agar panas tidak hilang.
Sebagai catatan, jangan memakai pakaian sempit hingga gerakan menjadi tidak nyaman. Dan bawalah selalu pakaian cadangan saat bertualang di gunung.
Sarung tangan & kaos kaki - Untuk menghindari kontak langsung dengan benda-benda dingin saat berjalan, juga untuk tidur, pakailah sarung tangan (rajut wool), yang biarpun bagian luar basah karena sering bersentuhan benda dingin/basah, namun tetap hangat dibagian dalam. Sebaiknya untuk pergerakan didaerah gunung yang dingin jangan memakai kaos kaki katun. Kaos kaki panjang model pemain sepak bola cukup baik digunakan. Bawalah kaos kaki cadangan untuk pergerakan, dan khusus untuk tidur (bermalam).
Sleeping bag - Pilihlah sleeping bag yang apabila kita berada didalamnya, udara tetap dapat bersirkulasi (tidak terperangkap dalam sleeping bag). Selain itu bawa serta matras jenis karet yang banyak dijual di toko-toko outdoor yang digunakan sebagai alas dari sleeping bag. Penting untuk selalu membawa matras untuk menghindari terjadinya konduksi saat kita harus bersentuhan dengan tanah atau batu (beristirahat ditengah perjalanan).
Catatan: bungkus selalu sleeping bag dalam kantong plastik, menjaga agar tetap kering dan hangat.
Tenda - Perlu dipertimbangkan dalam memilih tenda agar - dapat menahan angin, hujan, mempunyai sirkulasi udara yang baik, praktis dan cepat dalam mendirikannya serta dapat didirikan tanpa harus memakai patok, tidak mudah roboh, dan ergonomis tidak seperti layar yang menghadang angin. Cukup leluasa didalam tenda bukan berarti tenda harus besar, selain itu tenda juga dilengkapi dengan lapisan anti air.
Kompor & penghangat - Pemilihan kompor berdasarkan medan jelajah, dan lama operasi, berat dari kompor dan bahan bakar, selain juga kepraktisan. Disamping itu pemilihan juga didasarkan atas pengalaman masing-masing orang, karena tiap jenis kompor memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain kompor bawa juga beberapa batang lilin, dan korek api anti air. Selanjutnya untuk peralatan masak, pilihlah yang praktis dan tidak memberatkan.
Perlu dipikirkan juga untuk membawa penghangat didalam tenda yang tidak berbau sehingga mengganggu pernapasan (bawalah beberapa buah arang briket berkualitas yang dapat digunakan sebagai penghangat didalam tenda).
Sepatu - Pilih sepatu yang dapat melindungi mata kaki dan bergerigi pada sol nya. Jangan letakkan sepatu diluar tenda tanpa membungkusnya dengan pembungkus dari bahan anti air karena biarpun tidak hujan, sepatu akan menjadi dingin dan basah oleh kabut dan embun.
Beberapa perlengkapan yang sudah disebutkan sebatas alternatif pilihan untuk mencegah agar kita terhindar dari serangan hipothermia saat bertualang di gunung. Dalam hal ini tidak ada pembahasan secara detail mengenai perlengkapan, pakaian, dan makanan, karena kita dapat mempelajari sendiri pengetahuan yang lengkap mengenai perlengkapan, pakaian dan makanan diluar tulisan ini.
Penutup
Hipothermia merupakan “silent killer” yang kadang tidak kita sadari kedatangannya (sementara kita diam membisu dan menganggap bahwa ditempat dingin pasti menggigil dan itu hal biasa, padahal tubuh kita tengah berperang mati-matian melawannya).
Begitu banyak pendaki gunung yang tidak tertarik untuk memahami hipothermia yang sungguh sangat berbahaya. Perhatikan saat hipothermia mulai menyerang, dimana tubuh penderita mulai merasa kedinginan, dan menggigil, sementara teman lainnya mungkin belum begitu merasakannya. Dan begitu temperatur tubuh berangsur turun, kemampuan berpikir rasional dan membuat keputusan dengan benar menghilang. Tahap berikutnya mungkin penderita berhenti menggigil, atau menggigil hebat, dan mulai mengigau, proses berpikir melambat, dan seperti kesulitan bernapas.
Agar dimengerti bahwa Hipothermia menyerang tidak pandang bulu, tidak pilih kasih, dan tanpa pengecualian. Tidak perduli dia pendaki berpengalaman, senior dalam masalah medis, atau manusia tanpa dosa. Siapa lengah, dia di serang.
Pertolongan seperti apa yang segera harus dilakukan tanpa membuat penderita ikut menjadi panik? Dan bagaimana kalau situasi seperti itu ternyata menimpa diri kita? Relakah kita mempercayai teman, bahkan diri sendiri bahwa kita terserang hipothermia, dan memerlukan pertolongan?.
Ada perumpamaan tentang hipothermia yang saya kutip dari sebuah film “”How to Survive”". Perumpamaan yang menarik ini mengatakan: “”Tewas karena hipothermia bisa diibaratkan seperti lampu-lampu yang dipadamkan satu persatu sampai akhirnya gelap total.>
Tulisan yang merupakan pengulangan dari sekian ribu tulisan sejenis ini tak lain dimaksudkan agar kita semua menghargai nyawa kita dengan bersikap dan berperilaku tidak gegabah terhadap alam bebas, dan mempersiapkan diri sebelum pergi berpetualang hingga nantinya tidak membuat malu diri sendiri atau lebih tragis lagi membuat sedih orang-orang yang ditinggalkannya.
Catatan Penting:
Penting bagi para pendaki gunung, terutama tim SAR yang dalam hal ini unit-unit pencari untuk memperlengkapi tim dengan thermometer hipothermia (skala temperatur hingga dibawah 25°C, tapi bukan thermometer ruang). Dengan adanya thermometer maka saat subyek ditemukan lalu distabilkan, segera dapat diketahui temperatur tubuh subyek, yang artinya diketahui pula tahap hipothermia apabila memang temperatur tubuhnya drop. Diharapkan penanganan terhadap hipothermia akan menjadi lebih efectif, karena perkembangan hipothermia yang diderita subyek akan terkontrol dengan pemeriksaan temperatur tubuh secara berkala

info yang lain klik

» Read More....